nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sederet Tantangan Pasar Modal RI di Tahun Politik

Jamilah, Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 11:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 14 278 2017784 sederet-tantangan-pasar-modal-ri-di-tahun-politik-SA8lIh4BhO.jpg Sederet Tantangan Pasar Modal RI (Foto: Jamilah/Okezone)

JAKARTA - PT MNC Sekuritas menggelar Investor Gathering & Corporate Forum 2019 dengan tema The Last Defense. Acara yang dihadiri oleh kurang lebih 500 peserta tersebut telah menjadi agenda tahunan yang ditunggu-tunggu oleh nasabah MNC Sekuritas.

Head of Institutional Research MNC Sekuritas Thendra Crisnanda mengatakan pasar modal Indonesia masih akan dihadapkan dengan tingginya risiko atas ketidakpastian pasar global, yang berpotensi memicu pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap USD dan capital outflow.

"Kekhawatiran atas efek riil trade war, berlanjutnya pengetatan moneter global, perlambatan ekonomi China dan krisis emerging Market serta masih tingginya defisit neraca berjalan masih akan menjadi tantangan bagi pasar modal Indonesia di tahun 2019," ujar Thendra di Gedung iNews Tower, Jakarta, Kamis(14/2/2019).

 Baca Juga: MNC Sekuritas Gelar Investor Gathering 2019

Meskipun demikian, dia meyakini bahwa fundamental ekonomi domestik masih solid ditopang oleh pertumbuhan konsumsi domestik, yang dinilai sebagai the last defense bagi Indonesia.

Perekonomian Indonesia diproyeksikan bertumbuh sebesar 5,2% - 5,3% pada tahun ini diikuti dengan estimasi pertumbuhan laba korporasi sebesar 10% - 12%.

Thendra mengatakan, momentum peningkatan IHSG masih berpotensi berlanjut hingga ke level 6.746 hingga semester I tahun 2019 (buy on expectation).

Namun, dia menilai terdapat pola sell on news di semester II-2019. Beberapa sektor yang dapat dicermati antara lain sektor konsumsi, infrastruktur dan pertambangan logam di mana saham pilihan: GGRM, ICBP, HOKI, SIDO, TLKM, INCO, BBCA, AGRO.

 Baca Juga: MNC Sekuritas Bersama BEI dan IPB Gelar Forum Calon Investor

Di sisi lain, terkait pasar surat utang, Head of Fixed Income MNC Sekuritas I Made Adisaputra menyatakan pasar surat utang Indonesia di tahun 2019 akan lebih baik dibandingkan dengan kondisi di tahun 2018 lalu.

"Hal tersebut tidak lepas dari faktor eksternal di mana Bank Sentral Amerika terlihat menahan diri untuk melanjutkan kenaikan suku bunganya ditengah ancaman perlambatan pertumbuhaan ekonomi global. Adapun dari faktor domestik, stabilitas nilai tukar rupiah serta kebijakan pemerintah agar defisit transaksi berjalan menjadi turun akan menentukan pergerakan pasar surat utang di tahun 2019," ujarnya.

"Dengan asumsi moderat ke optimis, diperkirakan pasar surat utang negara akan memberikan total return kepada investor berkisar antara 7,50% hingga 10,33%," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini