Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tarif Jasa Logistik Mulai Pengaruhi Ekspor Perikanan RI

Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 14 Februari 2019 |14:37 WIB
Tarif Jasa Logistik Mulai Pengaruhi Ekspor Perikanan RI
Ilustrasi Tangkapan Ikan Nelayan (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Tarif jasa logistik saat ini mulai mempengaruhi kegiatan pelaku usaha perikanan. Terlebih penggunaan jasa logistik untuk produk perikanan dari beberapa titik produksi melalui transportasi udara mencapai lebih kurang 50% dari total ikan yang didistribusikan.

"Kenaikan biaya ini berdampak pada kegiatan pelaku usaha perikanan sampai pada tahap penghentian usaha atau ekspor hasil perikanan karena harga jual dengan produk perikanan tidak kompetitif dengan biaya logistik yang lebih dari 20%," kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Rifky Effendi Hardijanto, dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (14/2/2018).

Guna menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan koordinasi dengan para stakeholder di antaranya dengan Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Koordinator Maritim, Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya, Angkasa Pura I dan pelaku usaha perikanan.

Baca Juga: Pengusaha Logistik Tegaskan Tidak Pernah Menghentikan Pengiriman Kargo Udara

Dalam koordinasi tersebut, Garuda Indonesia menyampaikan telah mengoperasikan 1 dari 4 pesawat freighter khusus barang yang dapat dimanfaatkan. Untuk transportasi hasil perikanan menggunakan pesawat freighter akan diawali dari Ambon.

Para pelaku usaha dari Bali, Mimika dan Ambon telah sepakat melakukan kerjasama pengiriman komoditas ekspor (udang) dari lokasi produksi menggunakan freighter Garuda dengan biaya dan volume yang disepakati kedua belah pihak. Selanjutnya Ditjen PDSPKP akan memfasilitasi pertemuan untuk konsolidasi muatan dan kerjasama para pihak dalam distribusi hasil perikanan.

Potret Aktivitas Nelayan di Tengah Sungai Tambak Wedi yang Penuh Limbah Busa Putih

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement