nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPS: Impor Januari 2019 USD15,03 Miliar, Turun 1,83%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 15 Februari 2019 09:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 15 320 2018259 bps-impor-januari-2019-usd15-03-miliar-turun-1-83-wEeODYdHxW.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data impor bulan Januari 2019 mencapai USD15,03 miliar. Laju impor ini mengalami penurunan 2,19% month to month (mtm) bila dibandingkan dengan Desember 2018 yang sebesar USD15,35 miliar.

Sementara bila dibandingkan dengan realisasi impor pada Januari 2018 yang sebesar USD15,31 miliar, maka terjadi penurunan sebesar 1,83% year on year (yoy).

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, penurunan dari laju impor ini didorong terjadinya penurunan impor migas, sedangkan nilai impor nonmigas stagnan.

Baca Juga:  Sri Mulyani Sebut Impor Minyak Pertamina Tumbuh 13,5%

Di mana sektor migas turun sebesar 16,58%, yakni dari USD2,03 miliar pada Desember 2018, menjadi USD1,67 miliar pada Januari 2019. Sedangkan impor nonmigas sebesar USD13,34 miliar, nilai yang sama dengan laju impor di Desember 2018.

"Yang menyebabkan penurunan impor adalah sektor migas yang turun tajam, sementara non migas penurunannya sangat tipis, lebih ke stagnan," ujar dia dalam konferensi pers di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Jumat (15/12/2018).

Pria yang akrab disapa Kecuk tersebut juga menyatakan, pada komoditas nonmigas yang mengalami peningkatan impor terbesar yakni, bahan kimia organik USD119,5 juta, plastik dan barang dari plastik USD94,4 juta, besi dan baja USD75,9 juta, kendaraan dan bagiannya USD65,1 juta, serta perhiasan/permata USD64,4 juta.

BI Catat Surplus Neraca Perdagangan per Maret Turun 

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan impor terendah yakni buah-buahan sebesar USD78 juta, kapal laut dan bangunan terapung USD101,7 juta, gula dan kembang gula USD113,8 juta, sayuran USD122,2 juta, serta mesin-mesin/pesawat mekanik USD212,2 juta.

Dia menjelaskan, pada Januari 2019 terjadi penurunan impor barang konsumsi sebesar 16,75%. Hal ini didorong tingkat konsumsi masyarakat tak lagi sebesar Desember 2018, sebab ada masa liburan akhir tahun dan hari raya Natal.

"Kalau dilihat konsumsi yang turun itu bawang putih, buah apel, daging beku, juga buah anggur," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini