Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, dengan mengambil semua kuota yang diberikan BKN, konsekuensinya harus membebani pos belanja tidak langsung APBD. “Saya yakin anggaran tersedia. Yang penting, kita respons dulu. Kami tidak akan menolak atau cuma mengambil separuhnya.
Tidak semua daerah bisa mengambil semua kuota yang diberikan BKN karena membebani APBD,” ujarnya. Dia juga menyiasati kebutuhan anggaran dengan melakukan efisiensi program pembangunan dan menaikkan target pendapatan. Pemkab Bogor juga berusaha memasukkan nomenklatur anggaran dalam APBD Perubahan 2019.
(Abdullah M Surjaya/Haryudi)
(Kurniasih Miftakhul Jannah)