Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Panen Raya, RI Tak Perlu Impor Jagung

Agregasi Koran Sindo , Jurnalis-Minggu, 17 Februari 2019 |14:40 WIB
Panen Raya, RI Tak Perlu Impor Jagung
Foto: Dok. Kementan
A
A
A

Adapun harga jagung saat ini bervariasi, antara daerah satu dengan lainnya berbeda. ”Beberapa daerah di harga Rp3.500 per kilogram. Kami sudah dapat laporan, Sumatera sudah panen, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Jawa Tengah juga sudah panen,” tuturnya.

Mentan meminta pengusaha besar memanfaatkan momentum panen jagung yang sedang berlangsung di sentra produksi seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera, dan Sulawesi. ”Saya dapat laporan, Sumatera, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Tengah juga sedang panen.Yang kami khawatirkan kalau panen serentak seperti ini harga jadi anjlok sehingga harga di bawah harga pokok penjualan (HPP),” kata Amran. Pada kesempatan itu, Mentan menginisiasi kesepakatan bersama antara Kementerian Pertanian (Kementan)- Pemerintah Daerah Tuban-Perum Bulog-peternak- petani.

Tujuannya kesepakatan ini untuk stabilisasi pasokan dan harga jagung di tingkat petani dan peternak. Caranya yakni melibatkan Bulog yang membeli jagung petani sebanyak 100 ton tunai. ”Kesepakatan ini, kami ingin sinergikan peternak dengan petani jagung.

 Yang di tengahnya ada Bulog. Pemerintah hadir sehingga dua-duanya untung. Petani untung, peternak tersenyum, juga pengusahanya untung,” ucap Amran. Bupati Tuban Fathul Huda menegaskan, program dan bantuan Kementan telah memberikan dampak besar terhadap kemajuan budi daya jagung di Tuban, yakni sebagai penghasil jagung nomor satu di Provinsi Jawa Timur.

 Realisasi luas tanam jagung 2018 di Tuban mencapai 113.290 ha dari target hanya 109 ha sehingga produksi jagung di Tuban saat ini melimpah. Wantono, 47, penyuluh pertanian sekaligus petani jagung asal Desa Grabakan, Kabupaten Tuban, meminta agar pemerintah tidak mengadakan impor jagung.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement