Wall Street Libur, Dolar AS Terpukul Penguatan Euro

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Selasa 19 Februari 2019 08:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 19 278 2019901 wall-street-libur-dolar-as-terpukul-penguatan-euro-ULlplJc35L.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Indeks dolar AS melemah pada akhir perdagangan Senin 18 Februari 2019. Optimisme investor terhadap perang dagang AS-China justru membuat permintaan dolar menurun. Dolar lesu di tengah liburnya perdagangan pasar saham AS.

Melansir Xinhua, Selasa (19/2/2019), pada akhir perdagangan New York, euro naik ke USD1,1312 dari USD1,1295 di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7130 dari USD0,7139.

Baca Juga: Curhat Ani Yudhoyono Pasca-Divonis Kanker Darah, Bikin Mewek Bacanya

Dolar AS berada di 110,58 yen Jepang, lebih tinggi dari sebelumnya 110,44 yen Jepang. Dolar AS turun menjadi 1,0041 franc Swiss dari 1,0049 franc Swiss, dan jatuh ke 1,3237 dolar Kanada dari 1,3250 dolar Kanada.

Pada Jumat pekan lalu Presiden AS Donald Trump menyatakan darurat nasional atas keamanan di perbatasan AS-Meksiko, dalam upaya untuk mengambil lebih banyak dana-dana federal untuk membangun tembok perbatasan. Hal ini menambah kekhawatiran pasar,

Baca Juga: Seksinya Moderator Debat Pilpres 2019 Anisha Dasuki, Doyannya Cebar-Cebur di atas Kolam Pakai Bikini

Tindakan itu akan membantunya menghindari Kongres AS yang telah memicu penentangan kuat di Washington.

Di sisi ekonomi, produksi industri AS turun 0,6% pada Januari, menandai penurunan pertama dalam delapan bulan terakhir. Manufaktur sendiri merosot 0,9%, penurunan terburuk dalam delapan bulan terakhir.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini