nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terintegrasi dengan MRT, Transjakarta Buka Sejumlah Rute Baru

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 19 Februari 2019 10:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 19 320 2019940 terintegrasi-dengan-mrt-transjakarta-buka-sejumlah-rute-baru-GBYcXBKkir.jpg Ilustrasi: Foto Koran Sindo

JAKARTA – PT Transportasi Jakarta dan PT Mass Rapid Transit (MRT) terus bekerja sama untuk saling terintegrasi. Integrasi tersebut menghasilkan beberapa rute baru bus Transjakarta. Kerja sama Transjakarta dan MRT di antaranya studi integrasi antarmoda di area trase utara selatan MRT dan studi di area koridor I Transjakarta (Blok MKota) pada November 2018.

Kemitraan yang sudah berlangsung dua bulan itu merampungkan sejumlah hasil seperti penyesuaian rute, bus, layanan. “Berbagai workshop sudah kami lakukan. Workshop sebagai fondasi dari situ dikajian integrasi dan hasilnya ada rute-rute baru Transjakarta yang terintegrasi,” ujar Direktur Utama PT Trans - portasi Jakarta Agung Wicaksono di Balai Kota DKI Jakarta kemarin.

Rute baru Transjakarta akan mengantarkan penumpang ke Stasiun MRT seperti dari Pondok Cabe, Cinere, Bintaro, BSD, dan Jatijajar. “Integrasi fisik in progres. Pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Halte Tosari, interkoneksi Stasiun Sisingamangaraja-Halte CSW dan interkoneksi Stasiun Lebak Bulus-Halte Transjakarta Lebak Bulus. Baru rekonstruksi Halte Bundaran HI yang rampung,” ungkapnya.

Baca Juga: Perpanjangan Rute MRT ke Pondok Cabe Dikaji

Direktur Pelayanan dan Pengembangan Bisnis PT Transportasi Jakarta Izzul Waro men jelaskan, integrasi antarmoda baik MRT dengan Transjakarta maupun dengan light rail transit (LRT) mencakup tiga hal, yaitu fisik, tiket, dan rute perjalanan.

Saat ini integrasi, baru mencakup fisik khususnya dengan MRT yang kerja samanya sudah berjalan selama dua bulan. “Integrasi fisik bagian kami itu melengkapi infrastruktur di halte. Kalau stasiun ke halte itu bagian PT MRT. Misalnya di CSW, kita kebagian menyiapkan lift di halte dan sarana pendukung lainnya,” katanya.

Untuk integrasi tiket, PT Transportasi Jakarta dengan PT MRT tengah menyusun pembentukan satu unit pengelola yang bertugas membentuk satu kartu pembayaran dan bisa digunakan di berbagai moda transportasi. Kemudian, unit tersebut juga akan mengoordinasikan dengan pihak-pihak terkait termasuk Bank Indonesia (BI). Idealnya, integrasi tiket rampung sebelum MRT beroperasi.

Baca Juga: Tarif Disubsidi, Menhub: MRT Jakarta Beroperasi Bulan Depan

Namun melihat perkembangannya, kemungkinan integrasi tiket baru dapat digunakan setelah MRT beroperasi. MRT telah menyiapkan kartu khusus yang dinamakan kartu Jelajah. “Kalau integrasi rute MRT memiliki grafik perjalanan kereta yang akan disinergiskan dengan jadwal operasional Transjakarta dan moda transportasi lainnya. Semua masih berproses,” ujar Izzul.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Syahbandar menuturkan, dalam tampilan kartu MRT terdapat logo Jak Lingko. Artinya, ke depan kartu MRT akan terintegrasi dengan moda lainnya. Saat ini kartu MRT sistemnya masih MRT sendiri. Untuk integrasi dengan modatransportasi lain dibutuhkan waktu, sementara MRT segera beroperasi Maret mendatang.

Dengan sisa waktu yang ada, tidak mungkin kartu MRT langsung terintegrasi dengan moda lainnya lantaran MRT sudah memiliki kartu sejak tahun lalu. Kendati demikian, MRT telah melakukan proof of concept (POC) di BI dengan melibatkan tujuh bank dalam kartu tiket MRT sehingga kartu bank bisa dipakai pada MRT.

“Tujuh kartu bank itu akan diseleksi, harus cepat waktu tapping-nya. Waktunya harus satu detik. Kalau kartunya lama, kan kasihan penumpang,” ucapnya.

Adapun progres MRT fase I Lebak Bulus-Bundaran HI mencapai 98,6%. Kereta MRT memulai proses uji coba operasi penuh pada 26 Februari 2019. Uji coba tersebut nantinya akan melibatkan pihak terkait dan masyarakat.

Saat ini fase paralel trial run yang telah dimulai sejak 24 Desember 2018 masih berlangsung hingga ditargetkan selesai pada 25 Februari 2019. Fase ini adalah uji coba MRT secara paralel dengan tahap testing and commissioning yang dilaksanakan kontraktor.

Pada tahap ini, MRT melibatkan pemangku kepentingan secara terbatas, khususnya yang memiliki keterlibatan/dampak/ pengaruh secara langsung dalam proses pembangunan MRT. “Uji coba operasi yang melibatkan masyarakat diharapkan bisa lebih mengenalkan kereta MRT lebih luas lagi sehingga saat operasi nanti masyarakat tak lagi asing dengan operasional MRT,” ujar William.

Sambil menunggu dan menyelesaikan persiapan operasional MRT pada Maret mendatang, pihaknya tengah menyiapkan pembangunan fase II Bundaran HI-Ancol. Kepastian groundbreaking fase II tinggal menunggu rekomendasi Ke menterian Sekretariat Negara lantaran lokasi pembangunan berada di kawasan Monas.

“Pembangunan MRT fase II akan dibagi dua tahap karena lokasi depo sampai saat ini belum mendapat kepastian. Fase IIA dari Bundaran HI-Kota tidak terganggu meski belum ada depo. Jadi groundbreaking tetap berjalan,” katanya.

Ketua Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono menilai tidak akan terjadi tumpang tindih pengelolaan meski integrasi MRT dan Transjakarta dikelola Guber nur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui BUMD. BPTJ akan mengintegrasikan moda transportasi milik DKI dengan moda transportasi milik pemerintah pusat seperti KRL Commuter Line atau LRT Jabodebek, sehingga pada 2029 tercipta moda share angkutan umum maksimal 80%.

“Kami telah menyelesaikan sistem satu tiket pembayaran. Kartu komuter bisa digunakan untuk MRT, LRT, dan Transjakarta, begitu juga sebaliknya. Tidak masalah MRT keluarkan kartu sendiri asalkan bisa untuk lainnya. Tahun ini kami akan implementasikan,” ujarnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini