nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Arab Saudi Tanamkan Investasi Rp282 Triliun di Pakistan

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 19 Februari 2019 11:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 19 320 2019952 arab-saudi-tanamkan-investasi-rp282-triliun-di-pakistan-DIaam7q0df.jpg Ilustrasi: Foto Koran Sindo

ISLAMABAD - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) menandatangani kesepakatan investasi senilai USD20 miliar (Rp282 triliun) dalam kunjungan ke Pakistan.

Memulai tur Asia Selatan dan China dengan jumlah investasi yang lebih besar di Pakistan dibandingkan perkiraan sebelumnya, MBS menyatakan dana USD20 miliar itu hanya awal dari kerja sama ekonomi yang akan mendekatkan dua aliansi bersejarah tersebut.

“Ini besar untuk tahap satu dan tentu ini akan tumbuh setiap bulan serta setiap tahun, ini akan menguntungkan ke dua negara,” kata MBS dilansir Reuters .

“Kita te lah menjadi negara saudara kandung, negara sahabat untuk Pakistan. Kita telah berjalan bersama dalam saat sulit dan senang dan kita akan melanjutkannya,” tambahnya.

Baca Juga: Kata Pangeran Mahkota Arab Saudi soal Kebijakan Presiden Trump

Meski demikian, kunjungan Pangeran Mohammed itu dibayangi meningkatnya kete gangan antara Pakistan dan In dia. Awal pekan ini pelaku bom bunuh diri menewaskan 44 polisi para militer India di Kash mir.

New Delhi menuduh Pakistan terlibat dalam pengeboman itu dan mengancam menghukum Islamabad. Pakistan menyangkal tuduhan itu. Saat ini Pakistan mengalami kesulitan keuangan dan membutuhkan lebih banyak teman.

Karena itulah Islamabad menyambut kedatangan MBS dengan tangan terbuka dan sambutan megah, termasuk mengirim sejumlah jet tempur untuk mengawal pesawatnya yang datang saat memasuki wilayah udara Pakistan.

Baca Juga: Otoritas Pasar Saham Arab Saudi Siap Sambut IPO Saudi Aramco

Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan dan Panglima Militer Pakistan Qamar Javed Bajwa menyambut MBS di karpet merah yang digelar di bandara militer di Kota Rawalpindi. Khan pun langsung mengemudikan mobil yang membawa MBS menuju ibu kota Islamabad.

“Arab Saudi selalu menjadi teman saat dibutuhkan, itulah mengapa kami sangat menghargainya. Saya ingin berterima kasih pada Anda untuk cara Anda membantu kami saat kami dalam situasi buruk,” tutur Khan saat duduk di samping Pangeran Mohammed.

Arab Saudi beberapa bulan terakhir membantu menjaga perekonomian Pakistan tetap berjalan dengan menambah cadangan devisa asing dengan pinjaman senilai USD6 miliar.

Dana itu memberi ruang bagi Islamabad untuk bernafas saat menegosiasikan bailout (dana talangan) dengan Dana Mone ter Internasional (IMF). Pakistan menunjukkan apresiasinya dengan memperlakukan kunjungan MBS sebagai lawatan negara terbesar sejak Presiden China Xi Jinping datang pada 2015.

Saat itu, Xi berencana menginvestasikan puluhan miliar untuk sejumlah infrastruktur di Pakistan sebagai bagian dari proyek global China dalam Belt and Road. Di Pakistan, sebagian besar kesepakatan yang ditanda tangani fokus pada proyek energi, termasuk kompleks petrokimia dan pengilangan minyak senilai USD10 miliar di kota pantai Gwadar, tempat China membangun satu pelabuhan.

Memorandum kese pahaman juga ditandatangani untuk investasi dalam pertambangan dan pertanian. Para pengamat menganggap tur MBS itu juga sebagai upaya putra mahkota memperbaiki citranya setelah pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi. Banyak negara Barat menyalahkan MBS atas pembunuhan itu namun tuduhan itu disangkal Pangeran Mohammed.

MBS juga berencana mengunjungi Indonesia dan Malaysia dalam tur itu, namun lawatan itu ditunda, menurut para pejabat Malaysia dan Indonesia. Hubungan Arab Saudi dan Pakistan di masa lalu ditandai dengan bantuan Saudi pada perekonomian Pakistan saat masa krisis.

Sebagai imbalannya, militer Pakistan memberi du kungan pada Saudi dan keluarga kerajaan. Sementara itu, Menteri Informasi Pakistan Fawad Chaudhry menyatakan, MBS telah memerintahkan pembebasan sekitar 2.100 tahanan asal Pakistan di penjara Arab Saudi.

“Putra mahkota telah memerintahkan pembebasan segera 2.107 tahanan Pakistan setelah permintaan dari PM Pakistan Imran Khan,” kata Chaudhry dalam unggahan di Twitter.

Nasib ribuan pekerja asal Pakistan yang dipenjara disejumlah tahanan di Timur Tengah menjadi isu sensitif di Pakistan.

Sebagian besar tahanan asal Pakistan itu berasal dari keluarga miskin tidak memiliki ha rapan untuk segera bebas. Banyak warga Pakistan pergi ke Timur Tengah setiap tahun un - tuk bekerja di sejumlah proyek konstruksi atau sebagai pembantu rumah tangga. Gaji yang mereka kirim kembali ke Pakistan sangat penting bagi perekonomian negara itu.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini