Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RI Bakal Terapkan B100, Berikut Fakta-Faktanya

Retno Tri Wardani , Jurnalis-Senin, 25 Februari 2019 |08:03 WIB
RI Bakal Terapkan B100, Berikut Fakta-Faktanya
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Calon presiden (capres) urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyebut akan fokus dalam pengembangan energi non fosil. Pada debat capres kedua, dia akan mendorong penggunaan minyak sawit lewat program B100.

Perlu diketahui, B100 atau Biodiesel 100% adalah bahan bakar yang sepenuhnya berasal dari nabati seperti kelapa sawit atau bahan-bahan yang memang berasal dari tumbuhan.

Berikut beberapa fakta mengenai B100 yang telah dirangkum dari Okezone, Senin  (25/2/2019).

1. 3 Tahun Lagi Indonesia Bisa Gunakan B100

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, upaya mewujudkan penggunaan B100 bisa terwujud dalam waktu dekat. Bahkan dirinya menyebut jika penggunaan bahan bakar dengan minyak nabati tersebut bisa terwujud dalam waktu tiga tahun mendatang.

"Dalam 3 tahun bisa (menggunakan) B100," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (18/2/2019).

Akan tetapi lanjut Rini, dalam tiga tahun ke depan penggunaan B100 belum bisa berjalan 100%. Sebab membutuhkan tahapan-tahapan agar seluruh BBM bisa menggunakan minyak nabati sawit.

2. Menteri Rini Bakal Kirim Sawit ke Italia Jadi BBM

Menteri BUMN Rini Soemarno mengusulkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) diubah menjadi bahan bakar minyak ramah lingkungan (biofuel) hingga kandungan mencapai seratus persen dapat diproses di Italia.

"Jika boleh kami ingin membeli minyak kelapa sawit (CPO) dari petani untuk kemudian dikirim ke Italia. Mereka yang proses kemudian dikirim kembali Indonesia, sampai kilang kami selesai," kata Rini dikutip dari halaman Antaranews.com, Minggu (17/2/2019).

Baca Juga: Menteri Rini Sebut 3 Tahun Lagi Indonesia Bisa Gunakan B100

Dia mengatakan, nantinya pemerintah akan membuat kontrak dengan PT Eni terkait pemprosesan minyak sawit tersebut hingga pembangunan kilang extension selesai, dengan target 2021.

3. Kapan Waktu Penerapan Biodiesel 100%

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa campuran minyak sawit dalam solar hingga 100% atau Biodiesel 100 (B100) baru bisa diterapkan dalam tiga tahun ke depan.

Sebab, untuk kebutuhan tersebut Airlangga mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan pabrik khusus, sehingga dibutuhkan persiapan teknis serta pembangunan pabrik hingga tiga tahun.

"Untuk bangun B100 proses harus ada pabrik diesel baru dan itu proses makan waktu 3 tahun," kata Airlangga di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (1/8/2018).

4. Komitmen Jokowi pada Energi Dinilai Komprehensif

Komitmen Presiden Joko Widodo pada energi bukan hanya pada soal BBM satu harga. Tapi juga pada penggunaan energi terbarukan. Jokowi mengatakan dalam debat kedua Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Minggu 17 Februari 2019, penggunaan bio diesel dan green fuel akan terus digalakkan.

Baca Juga: Defisit Migas Turun, Menko Darmin: Dampak Kebijakan B20

“Visi kami Indonesia maju di bidang energi. Ke depan, kita kurangi banyak energi fosil akan semakin dikurangi dari tahun ke tahun,” kata Jokowi.

Bahkan, target produksi bio diesel B20 sudah mencapai 98 persen. “Sekarang target kita bukan lagi B20, Pak Prabowo. Tapi B100. Dengan kelapa sawit menjadi bahan bakar maka nilai ekonomi sawit akan semakin meningkat,” kata capres nomor 01 tersebut.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement