Kenapa Pengoperasian LRT Jakarta Sering Diundur?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 25 Februari 2019 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 25 320 2022544 kenapa-pengoperasian-lrt-jakarta-sering-diundur-UF57u2LbTf.jpeg LRT Jakarta (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Direktur Utama LRT Jakarta Allan Tandiono mengungkapkan, alasan target pengoperasian komersial kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta menjadi Maret 2019. Padahal, sebelumnya direncanakan bisa beroperasi pada akhir Januari atau Februari 2019.

Alan menjelaskan, masih ada uji coba sistem dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait aspek keselamatan dan kehandalan.

"Semua kan harus jalan sesuai prosedur, ada tahap-tahapnya untuk memastikan keamanan dan kehandalan tentang ketepatan waktu kereta," jelasnya saat ditemui di Stasiun Velodrome LRT Jakarta, Jakarta Timur, Senin (25/2/2019).

Baca Juga: Tarif LRT Jakarta Tunggu Keputusan Pemprov DKI

Dia menjelaskan, proses uji coba operasi yang masih terus berjalan hingga kepastian besaran juga menjadi kendala. Tarif LRT Jakarta ini merupakan wewenang Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan masih dalam proses pembahasan.

"Kita kini fokus menyelesaikan semua perizinan dan pengujian. Kita juga menunggu penetapan tarif oleh Pemprov DKI dan diikuti dengan kepastian PSO (subsidi tarif). Jadi hal ini kita kejar dengan setiap hari melakukan testing," jelasnya.

lrt

Alan menyatakan, saat ini progres pembangunan LRT Jakarta dengan rute Kelapa Gading-Velodrome Rawamangun tersebut sudah mencapai 99%. Sehingga hanya tinggal menunggu penyelesaian ujicoba dari Kemenhub.

Di mana jika pengujian tersebut selesai maka pihak Kemenhub akan menyerahkan hasilnya pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk penerbitan izin pengoperasian secara komersial.

"Memang izin operasi itu itu membutuhkan sebuah rekomendasi teknis serta sertifikasi. Nah setelah semua sertifikasi lengkap Kemenhub akan meneruskan kepada Pemprov DKI, yang setelah itu ada izin operasi dari Pemprov DKI sekaligus besaran tarifnya," jelas dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini