nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI: The Fed Mungkin Turunkan Suku Bunga

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 27 Februari 2019 10:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 27 20 2023387 bi-the-fed-mungkin-turunkan-suku-bunga-6zYySCNSLv.jpg Foto: Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara (Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan jika Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) akan lebih bersabar dalam menaikan suku bunga acuannya (Fed Fund Rate/FFR). Hal tersebut setelah ada pernyataan langsung dari Gubernur The Fed Jerome Powell.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, ucapan bos The Fed membuka peluang jika Bank Sentral Amerika Serikat tersebut hanya akan menaikan satu dua kali saja suku bunga acuannya. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika The Fed akan menurunkan suku bunga acuannya pada tahun ini.

"Tanda-tanda the Fed naikkan suku bunga sudah hampir stop. Mungkin belum stop, mungkin ada satu kali lagi. Tapi ada kemungkinan The Fed bunganya turun," ujarnya di Perbanas Institute, Jakarta, Rabu (27/2/2019).

 Baca Juga: Pidato Gubernur The Fed Lemahkan Dolar AS

Jika benar-benar bisa turun lanjut Mirza, hal ini bisa membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Khususnya bagi nilai tukar Rupiah yang mana sepanjang tahun lalu terus mengalami gejolak akibat kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed.

"Sehingga untuk mencapai keinginan untuk pertumbuhan ekonomi, sejahterakan masyarakat Indonesia lebih baik bisa tercapai. Kondisi moneternya sudah lebih baik, bahkan BI katanya RDG Minggu lalu kalimat-kalimatnya sudah enggak terlalu khawatir," kata Mirza.

Menurut Mirza, dengan meredanya agresivitas The Fed untuk menaikan suku bunga acuannya, maka dana modal asing (capital inflow) yang masuk akan semakin besar. Sedangkan pada 2018 lalu, kenaikan suku oleh The Fed membuat arus modal justru banyak yang kembali menuju Amerika Serikat.

"Faktor ini insya Allah akan membuat stabilitas di Indonesia secara moneter, kita mulai lihat capital inflow mulai masuk lagi. Ini akan membawa stabilitas dan membawa kepada ekonomi moneter lebih mudah dibandingkan 2013-2018," ujarnya.

 Baca Juga: Gubernur The Fed Santai Naikkan Suku Bunga, Ini Pertimbangannya

Meskipun begitu lanjut Mirza, Bank Indonesia bersama dengan Pemerintah terus melakukan upaya-upaya untuk menstabilkan perekonomian di dalam negeri. Misalnya dari sisi neraca perdagangan dan pembayaran.

Mirza menyebut, pemerintah bersama dengan Bank Indonesia berusaha untuk menekan agar neraca pembayaran agar tidak defisit. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pengendalian ekspor dan impor.

"Kami masih tetap mendoakan pengendalian ekspor impor barang dan jasa yaitu mengendalikan defisit. Supaya defisit barang dan jasa yang merupakan defisit valas harus kita kendalikan karena berpengaruh pada stabilitas kurs," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini