Menteri Rini Sentil BUMN Karya: Ngapain Bikin Bisnis Properti Kalau Sudah Ada?

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 28 Februari 2019 18:41 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 28 320 2024125 menteri-rini-sentil-bumn-karya-ngapain-bikin-bisnis-properti-kalau-sudah-ada-eJaMcWRYgs.jpg Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memberikan arahan kepada para pimpinan perusahaan negara. Hal tersebut ditegaskan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian BUMN.

Menurut Rini, perusahaan BUMN menekankan untuk bersinergi. Tujuannya agar masing-masing perusahaan tidak perlu mengambil lahan yang dimiliki oleh BUMN lainnya.

Rini mencontohkan, kasus yang terjadi pada BUMN Karya. Belakangan banyak sekali BUMN Karya yang membentuk perusahaan properti.

Baca Juga: 154 Bos BUMN Kumpul Bareng di Senayan, Ada Apa?

Padahal, kata Rini, urusan properti sudah ada dua BUMN yang menjalankan bisnis tersebut. Kedua perusahaan BUMN, PT PP (Persero) dan Perum Perumnas.

"Kompetisi lebih berat. Sinergi harus lebih dtingkatkan. Contoh, BUMN Karya, setiap perusahaan bikin (anak usaha) property, ngapain kan? Kalau sudah ada," ujarnya, saat ditemui dalam acara Rapat Koordinasi BUMN di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Baca Juga: Menteri Rini ke Seluruh Bos BUMN: Capaian Banyak tapi Jangan Berbesar Hati

Menurut Rini, dengan bersinergi membuat kinerja perusahaan juga jauh lebih baik. Apalagi di tengah iklim persaingan yang begitu kompetitif saat ini, bukan hanya dari swasta lokal melainkan juga asing.

"Tapi ini agar kita bisa lompat lebih jauh lagi. Kompetisi lebih berat," ucapnya.

Selain sinergi, dirinya juga mengingatkan agar holding BUMN bisa berjalan. Seperti diketahui ada beberapa holding BUMN yang akan segera rampung seperti infrastruktur, perumahan hingga perbankan.

"Holding juga harus jalan. Supaya efsiensi keuangan dan operasional bisa berjalan baik," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini