nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OJK Perintahkan Lembaga Keuangan Gunakan Sistem Pengenal Nasabah Digital

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 04 Maret 2019 10:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 04 20 2025453 ojk-perintahkan-lembaga-keuangan-gunakan-sistem-pengenal-nasabah-digital-AApTiNpH0S.jpg Otoritas Jasa Keuangan (Foto: Okezone)

JAKARTA Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong lembaga keuangan (LK) menggunakan sistem pengenalan nasabah atau Know Your Customer (KYC) versi digital atau e-KYC.

Direktur Pengaturan Pengawasan Perizinan Fintech OJK Hendrikus Passagi mengatakan, dengan e-KYC operasional perusahaan bisa lebih efisien. Selain itu, e-KYC akan menghindarkan perusahaan dari pencucian uang. Pasalnya, nasabah tidak bisa memalsukan data dalam pengenaan e-KYC.

“Pengenalan nasabah pada elektronik atau KYC menjadi penting untuk kepentingan bisnis dan juga keamanan nasional, seperti pencucian uang dan pendanaan terorisme,” ujar Hendrikus di Jakarta, akhir pekan lalu.

Baca Juga: OJK Minta Bank Verifikasi Data Nasabah Secara Digital

Meski begitu, kata dia, untuk menerapkan sistem e-KYC dibutuhkan sistem yang bisa memverifikasi data nasabah. Dia menjelaskan, verifikasi data bukan hanya berdasarkan data dari kependudukan dan catatan sipil saja, tapi verifikasi dari latar belakang nasabah, misalnya pembayaran pajak.

“Perlu ada verifikasi perusahaan, benar membayar kewajiban pajak jadi bukan hanya Dukcapil (Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil). Hal ini perlu dipahami demi mengembangkan industri 4.0 justru yang penting soal verifikasi data,” kata dia.

Salah satu membenahi verifikasi data untuk nasabah adalah PT Andalan Finance Indonesia yang menggunakan data nomor induk kependudukan (NIK), data kependudukan, dan kartu tanda penduduk elektronik (e- KTP).

Baca Juga: OJK Minta Perbankan Prioritaskan Pembiayaan Perikanan

Perseroan langsung menggandeng Direktorat Jenderal Ke pendudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil). Direktur Utama Andalan Finance, Suhendra Lie mengatakan, kerja sama ini akan membantu proses verifikasi dan penelusuran identitas konsumen sehingga bisa meningkatkan kualitas kredit konsumen Andalan Finance.

“Kami juga bersinergi dengan program pemerintah, Andalan Finance akan mewajibkan seluruh calon konsumen melakukan registrasi pada sistem dukcapil,” ujarnya.

Suhendra juga menjelaskan diera digital saat ini menuntut proses serba cepat. Karena itu, penggunaan data NIK, data kependudukan, dan e-KTP memberikan manfaat serta kemudahan dalam proses verifikasi identitas nasabah.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini