Di sisi lain salah satu stimulus pertumbuhan ekonomi adalah investasi. Salah satu investasi yang tinggi adalah pada sektor konstruksi. Hal tersebut tidak terlepas dari fokus pemerintah untuk membangun infrastruktur.
"Non konstruksi juga biak di tahun lalu kalau itu kita jumlah konsumsi rumah tangga Pertumbuhan ekonomi domestik agregat demand itu tumbuh 5,5%. Itu cukup bagus," jelasnya.
Baca Juga: Gubernur BI: Outlook Ekonomi Tahun Ini Optimis, Optimis dan Optimis!
Yang harus menjadi pekerjaan rumah oleh pemerintah adalah bagaimana meningkatkan ekspornya lebih tinggi lagi. Sebab menurutnya, neraca perdagangan Indonesia masih mengalami defisit meskipun ada pertumbuhan angka ekspor.
"Nah itu ekspor meski digenjot karena hanya 6,5%. Investasi tinggi impor tinggi. Karena selama ini kita terkendali dari dulu sampai sekarang kita ekspor barang mentah,", jelasnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.