nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Mesti Pintar Manfaatkan Kondisi Ekonomi China

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 04 Maret 2019 14:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 04 20 2025562 indonesia-mesti-pintar-manfaatkan-kondisi-ekonomi-china-o952GnYz1v.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menilai Indonesia harus pintar dalam memanfaatkan peluang pelemahan ekonomi dari beberapa negara maju seperti China. Pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu itu hanya tumbuh 6,6%, yang mana menjadi yang terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Perry, ada peluang yang bisa dimanfaatkan Indonesia di tengah pelemahan ekonomi China. Salah satunya adalah dengan cara menarik uang asal Tiongkok agar mau berinvestasi di Indonesia.

"Itu yang harus kita tangkap dari menurunnya ekonomi China. Tapi gimana datangkan yang selama ini kita ekspor dengan tanahnya kita tarik mereka untuk bangun smelter dan lain-lain sudah masuk di Morowali," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (4/3/2019).

Baca Juga: George Soros Kritik Kebijakan Presiden China Xi Jinping

Menurutny Tiongkok kesulitan untuk membakar uangnya (investasi). Apalgi setelah adanya perang dagang dengan Amerika Serikat (AS).

Di sisi lain, banyak sekali impor Indonesia yang berasal dari China tersebut. Dengan cara menarik investasi ke Indonesia maka produk-produk yang selama ini impor bisa didatangkan dari dalam negeri.

"Indonesia tidak boleh mengeluh tidak bisa mengekspor komoditas nikel. Selama ini, kita juga (ekspor) nikel dengan tanah-tanahnya. Tetapi, justru bagaimana mendatangkan atau kita tarik mereka untuk membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian," jelasnya

Indonesia bisa melakukan relokasi industri Chia menuju Indonesia. Hal ini pernah dilakukan oleh Jepang dan Korea Selatan ketika mengalami krisis pada 1980 lalu.

"Perang dgaang seperti Amerika Serikat dan China itu pernah terjadi dengan Jepang tahun 80-an maka terjadi restrukturisasi Indonesia dan karena itu mereka relokasi industri ke south east asia termasuk indonesia. sehingga dalam akademis ada angsa terbang Jepang diikuti kawasan South East Asia," jelasnya

Baca Juga: Kadin: Perlambatan Ekonomi China Lebih Berdampak dari Shutdown Pemerintah AS

Indonesia juga harus bisa mencari pasar ekspor baru d itengah isu perang dagang ini. Di samping itu para pelaku industri harus bisa meningkatkan kualitas produknya agar memberikan nilai tambah saat diekspor ke luar negeri.

"Kita harus giat menembus pasar AS dan juga cari pasar lain bagi bapak ibu yang bergerak ekspor manifacturing," kata Perry  

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini