Akankah Apple Bernasib Sama seperti Nokia?

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 05 Maret 2019 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 05 320 2025975 akankah-apple-bernasib-sama-seperti-nokia-V22W4XImu6.jpg Foto: Apple (Reuters)

Apple memiliki kekuatan brand luar biasa, orang-orang tak akan menyebut iPhone dengan sebutan smartphone, pengguna Mac Book tak akan menyebut Mac Book mereka dengan sebutan laptop, atau iPad tak disebut PC tablet. Apple hadir dengan keeksklusifan setiap produknya masing-masing. Bagaimana Apple dapat membangun narasi menjadi suatu brand yang paling diinginkan di Indonesia? Semua ini terbentuk dari kepuasan dan tradisi marketing word of mouth yang dilahirkan oleh pelanggannya. Selain itu, strategi product placement untuk menciptakan suatu brand menjadi bagian dari gaya hidup, sering dilakukan oleh Apple.

Kita sering melihat produk Apple pada beberapa film bioskop terutama produksi Hollywood. Anda pastinya ingat film Mission Impossible tentang kisah agen rahasia Ethan Hunt yang diperankan oleh Tom Cruise, berhasil menjadi gambaran dunia dengan aksi di luar imajinasi, menunjukkan kemajuan teknologi jauh lebih maju dibandingkan yang terjadi di dunia nyata pada saat itu, dan produk Apple muncul dalam adegan-adegan pada film tersebut.

Secara tidak sadar masyarakat mendapat kesan produk Apple adalah lompatan inovasi teknologi, keren, dan harus dimiliki. Pada dasarnya, branding meru pakan cara merek tertentu menyampaikan makna sebuah produk agar memiliki roh.

Ikatan emosi antara pengenal brand seperti logo harus dibangun, memastikan semua sejalan dengan narasi brand yang bersangkutan. Sejak awal, Apple suka menyatakan mereka menciptakan masa depan dengan produk yang akan mengubah dunia.

Steve Jobs, salah seorang pendiri, tidak membuat Mac, tetapid ia menciptakan persepsi di pasar bahwa apa yang Apple berikan merupakan cara baru yang lebih baik untuk menggunakan teknologi. Ketika Steve masih hidup, entah bagaimana dia menemukan cara untuk membuat barang-barang yang belum tentu kita tahu dan butuhkan, dan itu adalah kejeniusannya.

Identitas Apple adalah brand dengan teknologi terdepan. Namun, bila sebagian masyarakat yang telah sadar menilai teknologi yang ditawarkan pada produk terbaru mereka sudah tidak lagi menjadi lompatan teknologi dibanding para pesaingnya, akankah produk Apple masih dinantikan lagi? Nokia yang pernah menjadi perusahaan telepon genggam nomor satu di dunia pun akhirnya tumbang, kehilangan momentumnya, gagal menyuguhkan inovasi untuk menandingi para pesaingnya.

Masih ingat bagaimana setiap pekan bahkan kita disuguhkan oleh produk baru Nokia, mulai dari ponsel Nokia sejuta umat 5110, kemudian dengan bentuk yang unik dengan julukan Nokia pisang, sampai akhirnya masyarakat pun kewalahan mengenali jenisnya satu persatu, selalu berganti model tanpa adanya keunggulan komparatif. Goldman Sachs’ Rod Hall, salah satu investor Apple, memperkirakan perusahaan teknologi yang berkantor pusat di Cupertino, California, tersebut akan bernasib sama seperti Nokia. Artinya, Apple akan benar-benar mati karena ditinggalkan penggunanya.

Masih ada harapan saya menanti orang-orang hebat yang ada di perusahaan berlogo buah apel tergigit ini bisa membalikkan situasi sulit seperti saat ini dan dapat menggigit dunia kembali. Akankah usaha mereka membalikkan keadaan seperti dahulu dapat terulang kembali, keluar dari krisis dan menjadi pemenang? Ataukah nasib mereka akan sama seperti Nokia, yang kehilangan mo mentum untuk tetap menjadi brand terpandang.

ROMANO BHAKTINEGARA

Jurnalis, PR & Marketing Expert

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini