nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tambah Kapasitas, Bulog Bangun Dua Gudang Baru Senilai Rp11,1 Miliar

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 05 Maret 2019 13:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 05 320 2026008 tambah-kapasitas-bulog-bangun-dua-gudang-baru-senilai-rp11-1-miliar-Dfp9J0yPn1.jpg Foto: Peresmian Gudang Baru Bulog

JAKARTA - Perum Bulog menambah kapasitas penyimpanannya dengan membangun dua gudang baru di wilayah Jawa Tengah. Anggaran yang digelontorkan untuk kedua gudang baru itu sebesar Rp10,9 miliar.

"Dalam rangka mendukung stabilisasi pangan, Perum Bulog menambah operasional dua gudang baru di wilayah Jawa Tengah," ujar Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/3/2019)

Gudang pertama berada di komplek pergudangan Bumirejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dalam pembangunannya, gudang baru ini menghabiskan anggaran sebesar Rp4,9 miliar, dengan waktu pengerjaan selama 6 bulan.

Baca Juga: Bulog Serap Jagung Lokal dengan Skema Komersial

Gudang tersebut merupakan perluasan dari gudang sebelumnya yang menempati area seluas 1,5 hektare (ha), dengan total kapasitas kini mencapai 5.500 ton. Gudang sebelumnya berkapasitas 3.500 ton dan bangunan baru di sampingnya berkapasitas 2.000 ton.

"Dalam area tersebut juga terdapat unit pengolahan, kantor gudang, laboratorium pemeriksaan kualitas, rumah dinas, mushola, toilet umum, dan pos jaga," katanya.

Stok Beras Bulog Aman selama Ramadan-Lebaran 2018

Kemudian, gudang kedua berada di komplek Pergudangan Klahang, Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Gudang ini memiliki kapasitas 3.500 ton, dengan lebar 30 meter (m), panjang 54 m, serta tinggi 7 m, yang diprioritaskan untuk menampung komoditas kedelai. Gudang ini dibangun dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp6,2 miliar.

Budi mengatakan, keberadaan kedua gudang baru tersebut sejalan dengan komitmen Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional. "Kedua gudang baru ini juga telah mempertimbangkan aspek strategis dan ekonomis. Lokasi komplek gudang yang dekat dengan lahan persawahan petani serta akses jalan, membuatnya makin mudah dijangkau oleh masyarakat," katanya.

Baca Juga: Bulog Ungkap Alasan Indonesia Mampu Ekspor Beras ke Malaysia

Menurutnya, penambahan gudang baru ini sangat penting untuk menjaga ketersediaan, keterjangkauan dan stabilisasi pangan. Hal tersebut sekaligus sebagai langkah antisipasi, mengingat kedua wilayah tersebut merupakan pusat produksi beras maupun kedelai terbesar diantara kabupaten yang berada di sekelilingnya.

"Gudang baru ini juga sejalan dengan komitmen, di mana untuk menjaga ketersediaan pangan dan stabilisasi harga pangan pada tingkat konsumen serta produsen, Perum Bulog harus dilengkapi dengan ketersediaan maupun pengembangan infrastruktur pascapanen, terutama padi, jagung dan kedelai (pajale)," ungkapnya.

22.500 Ton Beras Impor Asal Vietnam Tiba di Pelabuhan Indah Kiat Merak

Adapun Kabupaten Pati merupakan pusat produksi beras paling luas dibanding kabupaten lain di wilayah Eks Karesidenan Pati, yang meliputi Jepara, Kudus, Rembang, dan Blora. Begitu pula Kabupaten Banyumas menjadi salah satu sentra penyuplai kedelai terbesar diantara kabupaten lain di sekelilingnya.

"Saat musim panen berlangsung, gudang baru ini sudah dapat dimanfaatkan untuk menampung serapan pengadaan beras maupun kedelai secara maksimal," jelasnya.

Sementara itu, khusus untuk pengadaan beras, pada tahun ini, Bulog telah menetapkan target serapan sebanyak 1,8 juta ton di seluruh Indonesia. Dengan adanya gudang baru, setidaknya sudah ada antisipasi lokasi penampungan, sehingga serapan pengadaan setara beras secara maksimal dapat dilakukan.

"Jika melihat potensi panen pada tahun ini, di seluruh wilayah kerja Bulog diprediksi penyerapan pengadaannya akan mencapai rata-rata maksimal," kata dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini