nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indosat Ooredoo Catat Kerugian Capai Rp2,4 Triliun

Widi Agustian, Jurnalis · Rabu 06 Maret 2019 17:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 06 278 2026677 indosat-ooredoo-catat-kerugian-capai-rp2-4-triliun-V6Ot2mQLqW.jpeg Foto: Okezone

JAKARTA - PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) mencatatkan kinerja yang menyedihkan pada periode 2018. Dari awalnya mencatatkan laba, perseroan kini malah mencetak rugi.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (6/3/2019), rugi tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp2,4 triliun pada periode 2018.

Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan mencatat laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,13 triliun.

Baca Juga: Indosat Alokasikan Capex Rp10 Triliun di 2019

Anjloknya kinerja perseroan terutama disebabkan jumlah pendapatan yang turun hingga 22,68% menjadi Rp23,14 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp29,93 triliun.

Penyumbang penurunan pendapatan terbesar adalah dari pendapatan dari selular yang turun hingga 25% menjadi Rp18 triliun dari sebelumnya Rp24,5 triliun.

Sementara itu, jumlah beban yang harus ditanggung perusahaan telekomunikasi ini mencapai Rp23,6 triliun. Ada sejumlah komponen beban yang naik dibandingkan periode sebelumnya, misalnya beban karyawan yang naik menjadi Rp2,24 triliun dari sebelumnya Rp2,02 triliun.

Perseroan juga masih harus menanggung rugi kurs sebesar Rp25,87 miliar dari awalnya tercatat untung sebesar Rp20,4 miliar. Biaya keuangan perseroan juga tercatat Rp2,125 triliun, sebagai perbandingan pada periode yang sama tahun sebelumnya beban keuangan tercatat Rp2,121 triliun.

 Baca Juga: Terbitkan Obligasi dan Sukuk, Indosat Tawarkan Kupon Hingga 10,50%

Jumlah liabilitas perseroan juga naik menjadi Rp41 triliun dari sebelumnya Rp35,84 triliun. Di mana liabilitas jangka pendek tercatat Rp21 triliun dibandingkan sebelumnya Rp16,2 triliun.

Sementara itu, posisi kas dan setara kas perseroan pada akhir tahun 2018 tercatat turun nyaris Rp1 triliun menjadi hanya Rp1,045 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,93 triliun.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini