nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengajuan KPR Subsidi Sering Ditolak Bank, Ini Penyebabnya

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 06 Maret 2019 14:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 06 470 2026558 pengajuan-kpr-subsidi-sering-ditolak-bank-ini-penyebabnya-UyGHw3SWoO.jpg Foto: Giri Hartomo

JAKARTA - Program rumah subsidi pemerintah untuk masyarakat yang memiliki penghasilan Rp4 juta per bulan ternyata banyak diminati oleh masyarakat.

Namun ada beberapa masyarakat yang telah mengajukan Kredit Pemilkan Rumah (KPR) untuk mendapatkan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) ataupun Subsidi Selisih Bunga (SSB) ditolak oleh pihak perbankan.

Menanggap hal tersebut Head of Subsidized Mortgage Bank BTN Hirwandi Gafar mengatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan pengajuan KPR kepada perbankan ditolak. Alasan pertama adalah biasanya kemampuan bayar perbulan dari masyrakat tersebut dianggap tidak memenuhi.

 Baca Juga: KPR Milenial Tersalurkan Rp1,7 Triliun dalam 3 Bulan

Sebagai salah satu contohnya, ketika ingin mengajukan KPR, biasanya perbankan memperhitungkan sisa uang dari penghasilan setelah dipakai menjadi kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, hal ini sangat penting bagi perbankan agar di kemudian hari nasabah yang bersangkutan tidak telat membayar.

"Problem kenapa ditolak? Pertama dari sisi kemampuan membayar perbulan itu memenuhi enggak dari sisa penghasilannya," ujarnya dalam sebuah diskusi di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Faktor kedua adalah biasanya calon nasabah tersebut memiliki track record utang di perbankan. Oleh karena itu lanjut Gafar, dirinya berpesan kepada seluruh masyarakat yang ingin mencicil rumah untuk melunasi terlebih dahulu jika memiliki utang.

"Kedua kalau punya utang harus diingat dan dibayarkan. Karena kalau sudah tercatat itu bank enggak akan pernah percaya lagi," katanya.

 Baca Juga: Tukang Cukur Bisa Ajukan KPR, Cicilannya Rp800.000/Bulan

Lalu faktor ketiga adalah biasanya kartu identitas dalam hal ini Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang bersangkutan tidak terdaftar di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat. Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada seluruh calon nasabah untuk mendaftarkan e-ktpnya kepada Disdukcapil terdekat.

"Ketiga pastikan e-ktpnya terdaftar di Dukcapil. Kalau terdaftar di Dukcapil itu juga di tolak. Itu juga kenapa penyebab kredit itu ditolak," kata Gafar.

Kemudian faktor-faktor lainya yang bisa membuat pengajuan KPR tidak diterima adalah biasanya penghasilan dari calon nasabah yang melebih dari persyaratan. Seperti diketahui, untuk mendapatkan subsidi penghasilan maksimal Rp4 juta untuk rumah tapak dan Rp8 juta untuk rumah susun.

Dan biasanya yang membuat calon nasabah tidak diterima pengajuan kreditnya adalah yang bersangkutan sudah memiliki rumah. Sebab syarat mengajukan KPR adalah yang bersangkutan belum memiliki rumah.

"Keempat penghasilan pokok tidak boleh melebihi 4 juta untuk tapak. 7 juta untuk rusun. Dan persyaratan lainnya belum memiliki rumah," kata Gafar.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini