BANDARLAMPUNG – Ada kabar baik untuk generasi muda yang ingin berkarier di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Kementerian tersebut menyediakan 11.000 posisi lowongan kerja BUMN di 110 perusahaan BUMN. Kesempatan tersebut dibuka hingga 17 April depan. Namun, upaya tersebut tidak mudah karena dipastikan harus bertarungan dengan ratusan ribu pendaftar karena minat masyarakat terhadap Program Perekrutan Bersama BUMN cukup tinggi.
Hingga saat ini tercatat sudah ada 104.000 orang pelamar. “Kami siapkan 11.000 posisi yang sangat strategis, apalagi ini dibuka melalui jalur reguler, disabilitas, dan wilayah kawasan timur,” kata Menteri BUMN Rini M Soemarno pada acara Festival BUMN 2019 yang digelar di PKOR Wayhalim, Bandarlampung.
Baca Juga: BUMN Buka 11.000 Lowongan Kerja, Simak Cara Daftarnya
Dia berharap dengan pembukaan lowongan pekerjaan ini dapat merekrut para lulusan sekolah SMA/sederajat atau universitas negeri atau swasta yang ada di Bandarlampung.
Selain itu, dengan pembukaan lowongan ini berarti dapat mengurangi angka pengangguran yang ada di Provinsi Lampung serta dapat menarik sejumlah putra-putri bangsa terbaik untuk dapat mengisi sejumlah posisi terbaik.
“Lowongan yang dibuka ini tidak dipungut biaya alias gratis dan biaya lainnya. Semoga dengan adanya pembukaan lowongan kerja ini, banyak pemuda-pemudi Lampung dapat diterima di seluruh BUMN yang ada di Kementerian BUMN,” kata Rini.
Dia lantas memberi tips agar para pendaftar harus bisa mengikuti tes sesuai kemampuan dan keinginan tempat bekerja. Tak lupa dia mengingatkan, apabila peserta pendaftar telah diterima, harus bisa menjaga nama baik almamater sekolah maupun universitas di tempat mereka bekerja.

Sebagai informasi, lowongan dimaksud merupakan bagian dari Program Perekrutan Bersama BUMN yang digelar Kementerian BUMN melalui Forum Human Capital Indonesia (FHCI) dilaksanakan dalam rangka merayakan HUT ke-21.
Mereka berharap program ini bisa menjaring putra-putri terbaik Indonesia untuk bergabung menjadi keluarga besar BUMN. Ketua Forum Human Capital Indonesia Herdy Rosadi Harman juga menjelaskan program ini diluncurkan didasari pada program prioritas Nawacita Presiden Joko Widodo (Jokowi), yaitu meningkatkan produktivitas dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsabangsa Asia lainnya.
“Arahan Presiden Jokowi bahwa infrastruktur yang sudah dibangun besar-besaran sudah cukup bagi Indonesia untuk bisa bersaing dengan negara lain. Jadi tahun 2019 ini pemerintah lebih fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).