nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Ubah Skema PPnBM Mobil

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 12 Maret 2019 11:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 12 20 2028811 sri-mulyani-ubah-skema-ppnbm-mobil-UjfWnNeLBa.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Okezone

JAKARTA – Pemerintah akan mengubah skema pajak pertambahan nilai barang mewah (PPnBM) kendaraan bermotor roda empat. Ditargetkan perubahan skema tersebut akan berlaku pada 2021. Adapun perubahan skema PPnBM meliputi dasar pengenaan, pengelompokan kapasitas mesin, pengelompokan tipe kendaraan, prinsip pengenaan, hingga program insentif.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah sudah melakukan komunikasi dengan para pelaku industri dengan cukup intensif. Pemberlakuan tahun 2021 bertujuan agar para pelaku industri automotif dapat melakukan persiapan. “Kami memberikan waktu kepada para pelaku industri agar memiliki adjustment. Jadi, dalam dua tahun ini disepakati supaya mereka mempunyai waktu yang cukup dalam strategi membangun mobil listriknya,” ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Baca Juga: Pajak Kapal Pesiar Dihapus, RI Bakal Kantongi Rp6 Triliun

Sri Mulyani menjelaskan, ada lima perubahan skema dalam PPnBM kendaraan bermotor roda empat. Pada skema per ubahan, pengenaan pajak didasari oleh konsumsi bahan bakar dan tingkat emisi karbon dioksida. Selain itu, pengelompokan kapasitas mesin tidak lagi berdasarkan mesin yang menggunakan jenis bahan bakar seperti minyak dan gas yang menjadi banyak kelompoknya. Nanti hanya berdasarkan cc mesin, yakni di bawah 3.000 cc dan di atas 3.000 cc. “Untuk tipe kendaraan, sekarang dibedakan sedan dan nonsedan. Nanti diusulkan per ubahan tidak lagi membedakan antara sedan dan nonsedan,” katanya.

Pada prinsip pengenaan juga bakal diubah. Sebelumnya semakin besar kapasitas mesin, maka semakin tinggi tarif pajak. Nanti prinsip pengenaan adalah semakin rendah emisi, maka semakin rendah tarif pajaknya. Untuk usulan insentif saat ini hanya diberikan pada mobil berjenis kendaraan bermotor hemat energi dan harga terjangkau (KBH2). Insentif juga akan diberikan untuk kendaraan roda empat dengan jenis KBH2, hybrid electric vehicle, plug in HEV, flexy engine, dan electric vehicle. Sri Mulyani menegaskan, usulan perubahan skema PPnBM ini tidak mempermasalahkan penerimaan negara.

sri mulyani

Menurut dia, dengan skema PPnBM kendaraan bermotor roda empat yang baru bertujuan memberikan insentif bagi industri automotif terutama ekspor. “Tujuannya untuk merespons bagaimana instrumen fiskal bisa menjadi instrumen untuk mendorong industri alisasi di bidang automotif. Jadi, bukan mendapatkan penerimaan negara, tetapi justru instrumen perpajakan mendorong industrialisasi,” katanya. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, usulan harmonisasi tarif dan revisi besaran PPnBM merupakan u paya strategis guna mendongkrak produktivitas kendaraan sedan yang sesuai per mintaan pasar ekspor saat ini.

“Ini akan menjadi insentif baru dalam bentuk PP (peraturan pemerintah). Ini kan mendorong perpres mobil lis trik menjadi fasilitas fiskal,” ujarnya.

(Oktiani Endarwati)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini