nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Era Industri 4.0, Robot Mulai Digunakan dalam Pembangunan Rumah

Okky Wanda lestari, Jurnalis · Selasa 12 Maret 2019 15:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 12 470 2028902 era-industri-4-0-robot-mulai-digunakan-dalam-pembangunan-rumah-xkPnVtSkPB.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Memasuki era revolusi industri 4.0 menghadirkan tantangan-tantangan baru yang harus siap dihadapi oleh dunia industri. Khusus di pembangunan perumahan sekarang robot sudah digunakan.

Sekretaris Ditjen Penyediaan Perumahan Dadang Rukmana mengatakan, penerapan 4.0 lewat pelaksanakan Expo PUPR 4.0, di mana menerapkan sistem Internet of Things (IOT) untuk bantuan perumahan, seperti Sirusun, Sibaru dan e-RTLH, dan lainnya.

Artinya, sudah mulai menggunakan robot untuk pelaksanaan proyek, seperti pencampuran beton dan lainnya. Saat ini sudah menggunakan teknologi cukup tinggi.

“Tapi ,porsi harus dilihat karena harus juga menggerakkan tenaga kerja. Ini semua agar semua masyarakat merasakan pembangunan,” ujarnya, di acara Round Table Discussion dalam menyambut Ulang Tahun Okezone.com yang ke-12 yang bertajuk “Kolaborasi untuk Negeri” di iNews Tower, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Baca Juga: Garap Proyek Kereta Api, PTPP Bikin Usaha Patungan Celebes Railway

Dia mengemukakan pada era revolusi Industri 4.0, Indonesia berhadapan dengan empat tantangan. Pertama, masih adanya disparitas penyebaran ketersediaan infrastruktur yang ada di barat dan timur.

“Secara ekonomi utara lebih berkembaang daripada selatan itu persoalan disparitas yang harus kita tinjau agar seluruh infrastruktur dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat sesuai porsi aktivitasnya,” kata Dadang.

Kedua urbanisasi, di mana Indonesia mengalami kenaikan enam kali lipat jumlah penduduk yang tinggal di nkawasan perkotaan dalam hal persolannya adalah pemenuhan kebutuhan desa.

Tatangan yang ketiga adalah pemanfaatan sumber daya alam yang belum sepenuhnya optimal “Persoalan ini khususnya dalam hal ketahanan pangan dan energi kita harus mengetesnya dengan cara pembangunaan infrastruktur yang mendukung program pembangunan ketahanan pangan dan energi dalam hal ini lebih ke air,” lanjutnya.

Baca Juga: PP Urban Incar Pasar Properti Milenial

Dan yang keempat tentang konektivitas. Untuk performanya belum sepenuhnya tinggi sehingga indeks konektifitas masih berada di urutan ke empat di negara Asean. “Oleh karena itu investasi infrastruktur harus ditinjau karena konektifitas itu peranan penting terjadinya pertumbuhan sekaligus pemerataan,” ujarnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini