nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Garap Proyek Kereta Api, PTPP Bikin Usaha Patungan Celebes Railway

Rabu 13 Februari 2019 13:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 13 278 2017320 garap-proyek-kereta-api-ptpp-bikin-usaha-patungan-celebes-railway-IHLQsJ5l5C.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Berhasil memenangkan lelang proyek kerjasama kereta api trans Sulawesi, segmen Makassar–Parepare, mendorong PT PP (Persero) Tbk (PTPP) membentuk usaha patungan atau joint venture bernama PT Celebes Railway Indonesia.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Usaha patungan tersebut merupakan hasil kerjasama perseroan bersama PT Bumi Karsa, PT China Communications Construction Engineering Indonesia, dan PT Iroda Mitra. Adapun, modal dasar usaha patungan senilai Rp200 miliar dan modal yang telah ditempatkan dan disetor senilai Rp50 miliar. PTPP mengempit kepemilikan 45% saham dari modal ditempatkan dan modal disetor atau setara dengan Rp22,5 miliar.

 Baca Juga: PTPP Incar Proyek Perumahan yang Hancur di Filipina

Direktur Perencanaan dan Pengembangan PTPP, M. Aprindy pernah bilang, konsorsium tersebut akan menggarap proyek perkeretapian umum Makassar-Parepare. Selain PTPP, konsorsium akan beranggotakan tiga perusahaan lainnya dengan porsi kepemilikan saham Bumi Karsa 22,5%, China Communications Construction Engineering Indonesia 22,5%, dan Iroda Mitra 10%. Disebutkan, pada proyek tersebut menelan investasi sebesar Rp 1,005 triliun.

Untuk pendanaan proyek, Aprindy menyebut sebesar 30% akan dipenuhi dari ekuitas para pemegang saham. Sisanya atau sebesar 70% akan dipenuhi melalui pinjaman. Dia mengungkapkan, perseroan akan mengantongi pendapatan dari pekerjaan konstruksi diproyek tersebut. Selain itu, PTPP juga akan mendapatkan recurring income.

“Skema dari proyek ini kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Konsesi yang dimiliki selama 18,5 tahun dengan konsepdesign-built-finance-operate- maintain and transfer(DBFOMT),” paparnya.

 Baca Juga: Garap Proyek Hunian di 3 Stasiun, Berapa Investasi PT PP ?

Aprindy menyebutkan, PTPP masih akan terlibat dalam beberapa proyek yang menggunakan skema KPBU. Saat ini, kontraktor pelat merah itu tengah mengincar beberapa proyek sejenis.

Ekspansi bisnis PTPP juga dilakukan di jalan tol dengan membentuk anak usaha patungan yakni PT PP Sinergi Banjaratama, bersama dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT RNI, PT Perkebunan Nusantara IX, PT PP Properti Tbk (PPRO) dan PT Jasamarga Properti.

Kata Sekretaris Perusahaan PT PP (Persero) Tbk, Agus Samuel Kana, pembentukan anak usaha patungan tersebut untuk membangun tempat istirahat (rest area) di jalan tol Pejagen-Pemalang. "Jadi untuk bangun dan mengembangkan rest area tol Pejagen-Pemalang, maka kami membentuk anak usaha patungan," paparnya.

Disampaikannya, modal dasar serta modal yang ditempatkan dan disetor ke enam perusahaan tersebut ke PT PP Sinergi Banjaratma sebesar Rp63,42 miliar. Di mana, PTPP menyetor Rp20,61 miliar atau 32,5% saham, Jasamarga Properti menggelontorkan Rp12,68 milar atau 20%, Waskita juga Rp12,68 miliar, PP Properti Rp6,34 miliar atau 10%, PTPN IX 10% dan RNI Rp4,75 miliar atau 7,5% saham.

Selain di tol Pejagen-Pemalang, perseroan juga akan membangun rest area di tol Batang-Semarang. Namun, Waskita dan RNI tidak ikut dalam pendirian usaha patungan.

Hanya perseroan, PP Properti, Jasamarga Properti dan PTPN IX.Di rest area Batang-Semarang Jasamarga properti menjadi pemegang saham terbesar dengan menyetor modal Rp17,24 miliar atau 65% saham, PTPP Rp4,51 miliar atau 17%, PPRO Rp2,65 miliar atau 10% dan PTNPN IX Rp 2,12 miliar atau 8%. Adapun total modal yang disetor sebesar Rp26,53 miliar.

Pembentukan usaha patungan ini, lanjut Agus, diharapkan dapat memperkuat kinerja perseroan melalui perolehan pendapatan berulang (recurring income).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini