nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PPA Perkuat Pengelolaan Kredit Macet Bank BUMN

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 14 November 2019 20:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 14 320 2130003 ppa-perkuat-pengelolaan-kredit-macet-bank-bumn-Q3DyIxytY7.jpg Perbankan. Ilustrasi: Shutterstock

 JAKARTA – PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) (PPA) berencana memperkuat investasi dan menambah pengelolaan Non Performing Loan (NPL) bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Pengelolaan NPL yang akan dilakukan mulai tahun depan ini dipercaya mampu memperkuat peran PPA sebagai satu-satunya BUMN yang diberikan amanah untuk mengupayakan penyehatan perusahaan PLT merah serta membantu presistemik penyehatan perbankan.

Direkrut Utama PT PPA Iman Rachman mengatakan, sebagai langkah awal penambahan pengelolaan NPL akan dilakukan pada perbankan akan dilakukan pada tiga bank Himbara terlebih dahulu. Namun dirinya juga membuka kemungkinan untuk mengelola NPL pada bank swasta.

Baca Juga: OJK Masih Bungkam Soal Merger Bank BUMN Syariah

"Untuk penambahan pengelolaan NPL rencananya akan dilakukan untuk tiga bank Himbara, yaitu Mandiri, BNI, dan BRI untuk menambah asetnya," ujarnya dalam sebuah diskusi di Hotel Grand Mercure Setiabudi, Bandung, Kamis (14/11/2019).

Iman menjelaskan, saat ini PT PPA tengah berusaha menjadi National Assets Management Credit (AMC). Salah satunya adalah dengan meningkatkan investasi dan juga pengelolaan NPL.

Diakui Iman, untuk menjadi sebuah lembaga National AMC, tidaklah mudah. Karena hal Ini merupakan pekerjaan ini cukup panjang dan mengetahui pola demi pola untuk bisa menangani kredit masalah yang dialami perbankan.

rupiah

"Jadi mimpi ini sudah dilakukan pelan-pelan, sudah dikerjakan. Ke depan kita lakukan sesuai kemampuan pendanaan," kata Iman.

Menurutnya, saat ini PT PPA pun tidak hanya masuk ke perusahaan sehat atau sektor yang sedang diminati. PT PPA terus mencari peluang sekaligus membantu perbankan dengan menangani NPL-nya.

Saat ini PPA sudah memiliki 2 anak perusahaan sebagai hasil pengelolaan NPL Bank Mandiri yaitu PT Bondi Syad Mulia yang bergerak di bidang galvanizing dan PT Rejeki Inti Logam yang bergerak di bidang aluminium. Ke depannya PPA akan menjalin kerjasama dengan bank-bank anggota Himbara lainnya.

"PPA perlu kembali ke khitah sebagai perusahaan yang mengelola aset eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (“BPPN”),” jelasnya b.

Sementara itu, Direktur Investasi PT PPA Nasrizal Nazir mengatakan, pengambilan bank-bank besar yang saat ini dilakukan pihaknya dalam membantu pencegahan pembengkakan NPL merupakan hal lumrah. Hal tersebut melihat dari sisi komersil di mana perusahaan tetap harus mendapat keuntungan dan sehat secara finansial.

Baca Juga: Bank Bisa Atasi Krisis Tanpa APBN, Begini Penjelasan Sri Mulyani

"Kalau harus kerja yang besar (bank besar) dan kerja yang kecil (bank kecil) hasilnya sama, mending ambil yang besar saja," jelasnya.

Sebagai informasi, hingga kuartal III 2019, total investasi PT PPA sampai dengan triwulan II sebesar Rp 3,1 triliun ditambah dengan pipeline triwulan IV tahun 2019 mencapai Rp3,9 triliun. Investasi atau pembiayaan terbesar dilakukan pada sektor infrastruktur melalui anak perusahaan yaitu PT Nindya Karya dan penyertaan saham melalui anak perusahaan yaitu PPA Kapital.

rupiah

Saat ini PPA memiliki 7 (tujuh) cucu perusahaan di bawah PPA Kapital yaitu PT Duta Mentari Raya (pengelolaan CPO), PT Bondi Syad Mulia (galvanizing), PT Sippa Kemasan International (kemasan food grade), PT Magnesium Gosari International (pupuk berbasis dolomite), PT Matoa Kidung Samudra dan PT Matoa Kidung Bahtera (kapal isap produksi timah) serta PT Rejeki Intilogam Jaya (produksi alumunium batangan atau ingot)

Selain melalui anak perusahaan, PPA juga berinvestasi pada perusahaan produsen polypropylene, perusahaan produsen gas alam, perusahaan pembangkit listrik tenaga mini-hydro, perusahaan pengolahan produk perikanan, perusahaan transportasi udara (helicopter), perusahaan produsen alumunium dan lainnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini