nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bagikan 16.000 Sertifikat, Menteri PUPR: Presiden Jokowi Ingin Tenaga Konstruksi Premium

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 12 Maret 2019 17:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 12 470 2029006 bagikan-16-000-sertifikat-menteri-pupr-presiden-jokowi-ingin-tenaga-konstruksi-premium-lFe3G19rNO.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Pemerintah membagikan 16.000 sertifikat keahlian untuk tenga konstruksi pada hari ini. Sertifikat sendiri dibagikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada siang tadi.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pemberian sertifikat keahlian tenaga konstruksi sendiri komitmen pemerintah dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Apalagi, pada tahun ini dan lima tahun yang akan datang, pemerintah juga masih akan tetap membangun infrastruktur.

"Saya bangga kepada kalian semua tenaga kerja Indonesia." ujarnya saat ditemui di Istora, Senayan, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Baca Juga: Di Jerman, Sertifikat Tenaga Konstruksi Lebih Dihargai Dibandingkan Ijazah

Basuki menambahkan, pemerintah sendiri bertanggung jawab atas peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Khususnya tenaga konstruksi yang mana memang sangat dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur.

Apalagi lanjut Basuki, Presiden Joko Widodo sendiri menginginkan tenaga kontruksi yang premium. Sehingga kualitas infratruktur yang dihasilkan juga bisa maksimal jika ditangani oleh tenaga konstruksi yang ahli.

"Beliau (presiden Jokowi) ingin mempunya tenaga kerja yang premium," ucapnya.

Sebagai informasi, Pada tahun ini, Kementerian PUPR menargetkan 212.000 orang tenaga kerja konstruksi bersertifikat melalui program pelatihan dan sertifikasi reguler, maupun jalur vokasional (sebanyak 16.000 orang) atas anggaran APBN, dan 300.000 tenaga kerja konstruksi bersertifikat melalui LPJK dan sumber dana lainnya. Dengan demikian tahun ini Kementerian PUPR menargetkan 512.000 tenaga kerja konstruksi bersertifikat.

Sejak tahun 2015 sampai dengan 2018, jumlah tenaga kerja yang tersertifikasi adalah sebesar 192 ribu tenaga kerja dengan rata-rata setiap tahun menghasilkan 50 ribu tenaga kerja. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi selaku pembina jasa konstruksi Indonesia terus berupaya memenuhi target peningkatan jumlah tenaga kerja konstruksi hingga 10 kali lipat, sebagaimana yang disampaikan Presiden RI saat memberikan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi di Ji-Expo Kemayoran, Oktober 2018 lalu. Hal tersebut juga sesuai amanat Undang-Undang Jasa Konstruksi nomor 2 Tahun 2017.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Kita Punya Teknologi Canggih, tapi...

Untuk mengejar target tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong Pengembangan SDM Konstruksi, diantaranya melakukan kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Ristekdikti, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Tenaga Kerja, dan Kementerian BUMN untuk melaksanakan revitalisasi pendidikan kejuruan dan vokasi dengan program link and match.

Selain itu dalam menghadapi era industri 4.0, Kementerian PUPR terus mengembangkan berbagai inovasi salah satunya sertifikat elektronik. Sertifikat elektronik diharapkan mampu memudahkan akses informasi sumber daya konstruksi, serta meningkatkan kualitas dan akurasi sistem perencanaan pembangunan proyek infrastruktur.

Sebelum dilakukan penyerahan sertifikat ini, dari periode bulan Oktober 2018 sampai dengan Maret 2019, Kementerian PUPR sudah melakukan sertifikasi terhadap 127.846 tenaga kerja konstruksi, yang terdiri dari 84.774 orang tenaga terampil dan 43.072 orang tenaga ahli serta dilakukan sertifikasi terhadap warga binaan yang memenuhi syarat dan sampai saat ini sudah berjumlah 3.267 orang di 53 Lembaga Pemasyarakatan.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini