JAKARTA - Pembangunan Jalan Tol Semarang - Demak memasuki tahap lelang. Hingga saat ini ada 2 konsorsium yang sudah mengajukan ketertarikannya untuk membangun jalan tol sebagai tanggul rob itu.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan, ada dua kontraktor yang sudah mengajukan ketertarikannya untuk membangun jalan tol tersebut. Dari dua kontraktor tersebut tidak ada nama konsorsium asal China.
Seperti diketahui, ada empat konsorsium yang telah dinyatakan lolos tahap pra kualifikasi, yatu PT Jasa Marga Tbk-PT Waskita Toll Road-PT Adhi Karya Tbk-PT Brantas Abipraya (Persero). Kemudian, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk-PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT Misi Mulia Metrical; PT China Harbour Indonesia dan Sinohydro Corporation Limited.
"Ada 2 (kandidat kontraktor Tol Semarang-Demak), kecuali asing," ujar saat ditemui di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Rabu (13/3/2019).
Baca Juga: 2 Kontraktor Tertarik Bangun Jalan Tol Tanggul Rob Laut di Semarang
Danang mengatakan saat ini, terdapat 2 kontraktor lokal yang masih dipertimbangkan untuk menggarap tol sekaligus tanggul laut itu, yakni Konsorsium Jasa Marga dan Konsorsium PT Pembangunan Perumahan (PTPP).
"Tunggu panitia lelang (untuk pengumumannya). Sekarang masih pembahasan teknis panitia lelang," katanya.
Sebagai informasi, Tol Semarang-Demak dirancang sepanjang 27 kilometer dengan investasi yang dibutuhkan Rp15,3 triliun. Sejak awal, pembangunan tol ini ditargetkan dapat terlaksana pada tahun ini dan selesai pada 2021.
Secara teknis Tol Semarang-Demak memiliki empat simpang susun yaitu Kaligawe, Terboyo, Sayung dan Demak.
Baca Juga: Jasa Marga Cs hingga China Berebut Tol Semarang-Demak Senilai Rp15 Triliun
Kecepatan rencana 100 kilometer per jam dengan arah pelebaran pada jalan tol ini adalah pelebaran ke dalam dengan jalur awal 2x2 dan jalur akhir 2x3.
Tol Semarang-Demak dibangun untuk meningkatkan aksebilitas dan kapasitas jaringan jalan dalam melayani kawasan utara Jawa. Seperti diketahui kondisi lalu lintas kawasan utara Jawa kepadatannya cukup tinggi.
Jalan tol ini akan diintegrasikan dengan tanggul laut di pantai utara Kota Semarang, mulai dari wilayah Kaligawe hingga Kali Sayung di Kabupaten Demak.
Jalan tol ini akan diintegrasikan dengan tanggul laut di pantai utara Kota Semarang, mulai dari wilayah Kaligawe hingga Kali Sayung di Kabupaten Demak.
Tanggul laut tersebut berfungsi untuk mengatasi banjir, rob dan penurunan (land subsidence) di Semarang Utara bagian timur khususnya kawasan Kaligawe sampai Sayung
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.