JAKARTA – PT Railink menargetkan bisa mengangkut 1,3 juta penumpang kereta bandara sepanjang tahun ini. Target itu berarti akan meningkat di bandingkan sepanjang tahun 2018 lalu sebanyak 800.000 penumpang.
Vice President Commercial Passanger PT Railink Fitri Kusumo Wardhani mengatakan saat ini okupansi kereta bandara baru sebesar 20% setiap hari. Demi menggenjot okupansi kereta, operator Kereta Api Bandara Soekarno Hatta PT Railink memberikan harga khusus atau diskon kepada karyawan Garuda Indonesia Group. Diharapkan dengan adanya kerja sama ini Railink bisa meningkatkan sekitar 10- 20% okupansi kereta bandara. “Memang tahun kemarin (2018) masih baru dan kita melakukan sosialisasi, tahun ini bisa meningkatkan. Harapannya naik 10-20% okupansinya. Mudah-mudahan bersama Garuda dan grupnya bisa tingkatkan okupansi kereta api bandara,” ungkap Fitri dalam jumpa pers di Jakarta, kemarin. Dia menjelaskan, satu rangkaian kereta bandara memiliki 272 kursi, jumlah kursi yang terisi baru mencapai 55 orang sekali jalan.
Baca Juga: Berangkat dari Manggarai, Penumpang Kereta Bandara Soetta Bakal Penuh 60%
Perhitungan tersebut sesuai dengan okupansi kereta bandara yang hanya 20%. Namun, mengenai berapa diskon yang diberikan, kedua belah pihak masih belum memberikan pernyataan. Kepastiannya diskon tidak sampai 50%. Perseroan akan terus mengembangkan kereta bandara mengikuti jumlah penumpang fisik mau pun layanan kepada masyarakat. “Diskonnya tidak bisa kita sebut, pokoknya angkanya di bawah 50%. Nanti kita berikan pengumuman internal kepada semua karyawan,” ungkapnya. VP Human Capital PT Garuda Indonesia Heri Akhyar mengatakan, diskon yang diberikan nanti diharapkan dapat memberikan manfaat lebih bagi para karyawan.