nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Impor Jeruk Mandarin dan Pir Turun, tapi Apel Naik Tajam

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 15:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 15 320 2030442 impor-jeruk-mandarin-dan-pir-turun-tapi-apel-naik-tajam-SXNFcp1j22.jpg Jeruk Mandarin (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus sebesar USD330 juta pada Februari 2019. Realisasi ini didorong penurunan impor yang tajam sebesar 20,14%, sedangkan ekspor turun 6,28% dari Januari 2019.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, penurunan impor yang tajam itu didorong menurunnya nilai impor pada barang konsumsi, bahan baku/penolong, maupun barang modal.

Baca Juga: Impor Gula, Susu, hingga Telur Naik di Februari 2019

"Untuk barang konsumsi impornya turun 17,43% dari bulan Januari atau jadi USD1,01 miliar. Itu yang turun adalah buah-buahan, seperti jeruk mandarin mengalami penurunan yang tajam," jelasnya di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Adapun untuk bahan baku/penolong tercatat turun 21,11% dari posisi Januari 2019, menjadi USD9,01 miliar. Kemudian untuk barang modal tercatat turun 7,09% menjadi USD2,19 miliar.

jeruk

Berdasarkan data BPS, impor buah-buahan pada Februari 2019 tercatat sebesar 76,8 juta, naik dari posisi di bulan Januari 2019 yang sebesar USD92,5 juta.

Adapun untuk impor jeruk mandarin pada Februari 2019 tercatat sebesar USD14,1 juta, turun dari bulan sebelumnya yang sebesar USD34,6 juta. Selain itu, untuk buah pir juga turun dari USD23 juta menjadi USD13,1 juta di Februari.

Sementara untuk impor buah apel tercatat mengalami kenaikan tajam menjadi USD13,6 juta dari posisi Januari sebesar USD1,1 juta. Lalu impor buah anggur juga tercatat naik, dari posisi sebelumnya USD5,7 juta menjadi USD6,7 juta di Februari.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini