Share

Pefindo Beri Rating AAA Obligasi Indosat

Selasa 19 Maret 2019 12:44 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 19 278 2032026 pefindo-beri-rating-aaa-obligasi-indosat-9tDT70qj2r.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAAA terhadap Obligasi Berkelanjutan II Tahap III-2019 seri A PT Indosat Tbk (ISAT) sebesar Rp1,209 miliar yang akan jatuh tempo pada 13 Mei 2019. Informasi tersebut disampaikan Pefindo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Melansir Harian Neraca, Selasa (19/3/2019), Perseroan akan melunasi obligasi tadi menggunakan fasilitas kredit yang belum digunakan dari beberapa bank. Per 31 Desember 2018, ISAT memiliki fasilitas kredit yang belum digunakan senilai Rp3,5 triliun dari 3 bank dan saldo kas senilai Rp1 triliun. Adapun, efek utang dengan peringkat idAAA merupakan peringkat paling tinggi yang diberikan oleh Pefindo.

Baca Juga: Indosat Ooredoo Catat Kerugian Capai Rp2,4 Triliun

Kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, relatif dibanding emiten Indonesia lainnya, adalah superior. Per 31 Desember 2018, saham ISAT dimiliki oleh Ooredoo Asia Pte. Ltd. sebesar 65%, Pemerintah Indonesia sebesar 14,3%, dan publik sebesar 20,7%.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 10 triliun. Di mana belanja modal tersebut akan digunakan untuk membangun base transceiver station (BTS) 4G.”Sekitar 88% dari capex akan digunakan untuk membangun BTS 4G di seluruh Indonesia,”kata Direktur Utama Indosat Ooredoo, Chris Kanter.

Baca Juga: Indosat Alokasikan Capex Rp10 Triliun di 2019

Sisanya, capex dipakai untuk mengembangkan infrastruktur jaringan yang berupa infrastruktur jaringan akses (Radio dan Transport), jaringan core (packet core dan gateaway) dan infrastruktur IT lainnya. Pendanaan capex berasal dari penerbitan obligasi, sukuk, kas internal, dan fasilitas pinjaman lainnya.

Bahkan guna memperkuat likuiditas dalam menunjang ekspansi bisnisnya, perseroan meluncurkan obligasi berkelanjutan III dan sukuk ijarah berkelanjutan III tahap I tahun 2019. Total nilai penawaran umum kedua surat utang ini adalah Rp 10 triliun selama dua tahun. Sebanyak Rp 7 triliun dari obligasi dan Rp 3 triliun dari sukuk ijarah.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini