nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menpar: Tak Ada Satupun Negara yang Mengalahkan China di Manufaktur

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 20 Maret 2019 13:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 20 320 2032578 menpar-tak-ada-satupun-negara-yang-mengalahkan-china-di-manufaktur-Fyk2xViiIk.jpg Menteri Pariwisata Arief (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengakui jika China saat ini sudah menjadi salah satu kiblat industri dunia. Khususnya dalam sektor manufaktur, China tampil begitu garang. Menurut Arief Yahya, tak ada satu pun negara di dunia yang mampu menandangi sektor manufaktur China. Sekalipun negara seperti Korea Selatan yang industrinya sudah jauh berkembang.

Bahkan dirinya mengibaratkan jika manusia merupakan ciptaan tuhan. Sedangkan sisanya merupakan ciptaan China, karena banyak sekali produk manufaktur China membanjiri negara-negara dunia.

"Menurut saya kemungkinan tidak satu pun yang mengalahkan China (di sektor manufaktur). Lelaki diciptakan Tuhan, Perempuan diciptakan Tuhan, nah sisanya diciptakan China," ujarnya dalam acara Kongres Teknologi Nasional (KTN) di Kantor BPPT, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Baca Juga: Pendapatan Industri Makanan dan Minuman China Cetak Rekor Tertinggi

Bukan tanpa alasan mengapa dirinya mengeluarkan pernyataan seperti itu. Sebab, beberapa perusahaan teknologi dunia sekalipun mengambil bahan manufakturnya dari China.

Sebagai salah satu contohnya adalah produk paling terkenal di dunia yakni Apple. Produk yang amat digandrungi di seluruh dunia lewat iPhone dan iPadnya itu ternyata mengambil perangkat manufaktur dari China.

Tak hanya Apple, Siemens yang merupakan perusahaan asal Jerman ini juga mengambil perangkat manufakturnya dari negeri tirai bambu. Bahkan Nokie dan Motorola yang sempat booming beberapa tahun lalu mengambil bahannya dari China

"Hampir semua perangkat manufaktur di China. Motorola China , iPad juga manufaktur di China, Nokia Siemens manufaktur China," jelasnya.

menpar

Oleh karena itu lanjut Arief, seharusnya Indonesia melakukan inovasi yang memiliki identitas sendiri. Maksudnya, boleh saja Indonesia mengembangkan industri akan tetapi harus sesuai dengan khas dari Indonesia.

"Lalu boleh enggak kita buat manufaktur di China boleh. Tapi masalahnya bisa enggak kita jadi yang terbaik," jelasnya

Arief pun mengibaratkan industri ini seperti sebuah perusahaan. Biasanya perusahaan yang tidak memiliki portofolio hasil produknya sendiri akan kalah dengan perusahaan yang memiliki keunikan pada produknya.

"Kalau di perusahaan. Pasti ditanya portofolio bisnis anda apa ? Enggak punya. Berarti anda enggak punya perusahaan. Kalau dia enggak ada top of mindnya," kata Arief

(kmj)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini