nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apa Benar PLTU Selalu Mencemari Lingkungan?

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 21 Maret 2019 12:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 21 320 2033003 apa-benar-pltu-selalu-mencemari-lingkungan-EnS22xDIcl.jpeg PT Pembangkitan Jawa Bali (Foto: Dok. PLN)

SURABAYA - PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) menyatakan, dalam pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sudah sesuai prosedur dari pemerintah. Seperti halnya pengelolaan PLTU Paiton unit 1 dan 2 di Probolinggo, Jawa Timur dengan total kapasitas 800 megawatt (mw).

Anak usaha PLN ini berhasil menepis anggapan masyarakat bahwa kehadiran pembangkit listrik berbahan bakar batu bara bisa menyebabkan kerusakan ekosistem, mencemari lingkungan atau mengganggu mata pencaharian masyarakat.

Baca Juga: PLTU Ramah Lingkungan di Cirebon Beroperasi Tahun 2022

"Di luar sana ada berita bahwa pengelolaan PLTU mencemari lingkungan. Tapi kalau kita lihat di wilayah PLTU Paiton itu sekitar 500-700 meter di dekat bibir pantai ada terumbu karang yang tumbuh. Keindahannya seperti Bunaken," kata Direktur Operasi I PJB Sugiyanto di Kantor PJB, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (21/3/2019).

Menurutnya, kalau memang pembangunan PLTU merusak lingkungan, terumbu karang di wilayah tersebut akan hancur lembur. Tapi tidak terbukti, malahan di sekitar PLTU Paiton menjadi destinasi wisata baik turis lokal maupun internasional.

listrik

"PLTU ini sudah beroperasi sejak 1994. Teknologinya tidak kalah dengan pembangkit listrik baru yang dibangun. Jadi PLTU Paiton itu terbesar se-ASEAN ini bisa bersih. Itu fakta. Kalau dikelola dengan benar, patuhi, kembangkan itu. Jadi terbukti," ujarnya.

Saat ini kata Sugiyanto, pengelolaan PLTU Paiton jadi benchmark baik PLN maupun pihak swasta dalam mengelola PLTU.

"Dari sisi lingkungan tidak ada dampak buruk. Kalau ada dampak buruk enggak mungkin KLHK berikan apresiasi proper emas," ujarnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini