nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PLTU Ramah Lingkungan di Cirebon Beroperasi Tahun 2022

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 16 November 2018 19:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 16 320 1978916 pltu-ramah-lingkungan-di-cirebon-beroperasi-tahun-2022-MIRYx5nOIe.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Konsorsium Pembangkit listrik Cirebon Power tengah melanjutkan pengemban Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) ramah lingkungan, Cirebon Unit II dengan kapasitas 1.000 MW. Pembangkit ini ditargetkan beroperasi pada 2022.

Presiden Direktur Cirebon Power Heru Dewanto menerangkan, perusahaannya merupakan konsorsium listrik yang mengoperasikan PLTU Cirebon berkapasitas 660 MW, sejak tahun 2012. Pembangkit ini yang paling awal menerapkan teknologi super critical yang ramah lingkungan dibandingkan PLTU biasa.

Perusahaan itu juga tengah membangun PLTU Cirebon Unit II dengan kapasitas 1.000 mw. Pembangkit yang ditargetkan beroperasi pada 2022 itu, akan menggunakan teknologi yang lebih maju dan bersih, yaitu Ultra Super Critical.

.

"Tahun depan, Cirebon Power akan terus meningkatkan performanya seperti kinerja dan standar operasi. Hal ini untuk meningkatkan performa perusahaan dalam menjalankan pembangkit listrik," ujarnya, dalam keterangan tertulis kepada Okezone, Jumat (16/11/2018).

Dia mengatakan, dengan mengedepankan PLTU ramah lingkungan, Cirebon Power dinilai sukses dengan mendapatkan dua penghargaan bergengsi dalam dua hari berturut-turut pada pekan ini.

Cirebon Power meraih penghargaan The Best Pioneer In Utilization of Clean Coal Technology in The Country di ajang ASEAN Outsanding Engineering Achievement Award 2018 di Singapura pada 14 November 2018. Penghargaan yang diberikan oleh ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO) ini untuk mengapresiasi terobosan PLTU 1x660MW Cirebon, yang menjadi pelopor penerapan teknologi batubara bersih.

Kemudian, perusahaan pembangkit listrik itu juga memenangkan penghargaan khusus The Best Environmentally Concerned Company, atau perusahan yang paling peduli pada kelestarian lingkungan, dalam ajang Indonesia Best Electricity Award 2018 di Jakarta, 15 November 2018. Dalam ajang ini, Cirebon Power dinilai terbukti berkomitmen tinggi dan sukses menjaga lingkungan sekitar dalam menjalankan pembangkit listriknya.

Indonesia Best Electricity Award (IBEA) 2018 adalah ajang apresiasi di bidang ketenagalistrikan, yang digagas Majalah Listrik Indonesia dan Dewan Energi Nasional (DEN). Proses penilaian dan penjurian telah dilakukan sejak Agustus 2018, dan diikuti 85 perusahaan dan BUMN di industri ketenagalistrikan.

“Ini bukti kepedulian kita terhadap lingkungan. Jadi ini pengakuan dari kerja keras kita semua. Seluruh karyawan di Cirebon Power yang bersungguh-sungguh menjalankan values,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar yang menghadiri acara IBEA 2018 mengatakan, bahwa pihaknya mendorong dan mendukung pembangkit-pembangkit yang ramah lingkungan. Hal itu dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara menyediakan listrik di seluruh daerah dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Kita tentunya mendorong pembangkit yang bersih dan ramah lingkungan. Ke depan, pembangkit-pembangkit clean energy akan terus kita bangun,” katanya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini