JAKARTA - Belakangan ini pendidikan menjadi sektor yang paling sering dibicarakan setelah infrastruktur. Sebab pendidikan menjadi penentu maju atau tidaknya peradaban suatu bangsa.
Orang tua yang sadar pentingnya memberikan fasilitas pendidikan terbaik untuk anak-anaknya sama saja telah berkontribusi memperbaiki masa depan bangsa. Dengan pendidikan yang baik, bangsa ini bakal memiliki bibit-bibit pemimpin dengan tingkat intelegensi yang baik pula.
Oleh karena itu tak aneh jika saat ini banyak orang tua yang mulai menyiapkan dana pendidikan yang tidak sedikit untuk buah hatinya kelak. Semua itu dilakukan agar si anak memiliki “bekal hidup” yang cukup di kemudian hari.
Jika diibaratkan perang, pendidikan merupakan senjata. Ya, senjata merupakan salah satu penentu hasil akhir suatu peperangan. Bisa kamu bayangkan bagaimana tentara berperang tanpa senjata, atau senjatanya rusak, atau lebih parah lagi senjatanya ternyata tidak dapat digunakan.
Baca Juga: Mau Ngutang ke Bank? Kenali Dulu BI Checking
Musuh tentu akan dengan mudah menyerang dan mengalahkan kita. Namun jika senjata yang kita miliki berada dalam keadaan baik, kemudian dibuat dengan material baik pula dan didukung dengan strategi yang mantap, walau hanya ketapel dan bambu runcing sekalipun akan memiliki daya serang yang efektif.
Begitu pula dengan pendidikan, denganpendidikan yang baik, diharapkan sang buah hati dapat memenangkan masa depannya. Nah berapa sih dana yang akan kita habiskan untuk mendanai Pendidikan anak mulai dari tingkat dasar hingga ke bangku kuliah.
Setiap tahunnya, rerata terjadi kenaikan biaya pendidikan sekitar 10 persen. Angka itu sudah memperhitungkan inflasi yang terjadi.
Jika saat ini buah hati kamu masih berumur satu tahun, paling tidak dibutuhkan sekitar Rp2,6 juta per tahunnya ditabung untuk persiapan pendidikan anak dari tingkat Taman Kanak-kanak hingga ke bangku kuliah.

Angka yang tergolong besar tersebut bisa disiasati dengan program tabungan yang dimiliki oleh bank ataupun melalui program investasi. Namun jangan lupa untuk memasukkan faktor inflasi tahunan dalam imbal hasil yang diterima pada setiap produk keuangan yang kamu pilih.
Nah instrumen keuangan apa yang paling cocok dan akan memudahkan kamu dalam mencukupi biaya pendidikan anak tercinta? Simak tips berikut yang dilansir dari CekAja.com:
Asuransi Pendidikan
Asuransi pendidikan merupakan produk yang berbeda dengan tabungan pendidikan. Di dalam salah satu produk keuangan ini, pencairannya disesuaikan dengan kebutuhan kamu. Misalnya, kamu mengambil produk asuransi pendidikan dengan premi selama 15 tahun dengan asumsi cair pada saat si buah hati lulus SD, SMP dan SMA.
Nah di luar masa itu, maka asuransi tidak dapat dicairkan sesuai nominal, kecuali bila kamu meninggal dunia. Pun bila dicairkan maka akan ada potongan biaya yang nilainya cukup besar.
Jadi memang jika kamu menginginkan instrumen keuangan yang dapat digunakan secara jangka panjang untuk pendidikan, mungkin kamu bisa mencoba asuransi pendidikan.
Namun ingat, dalam asuransi pendidikan, kamu harus membayar preminya setiap bulan bila ingin merasakan manfaatnya secara penuh.