”Ini terbukti dari terus masuknya aliran modal asing masuk, baik usaha maupun di dalam obligasi pemerintah,” jelasnya. Pada kesempatan yang sama, diterangkan olehnya Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) akan surplus pada kuartal I/2019. Sementara pertumbuhan ekonomi akan berada di 5,2%.
Hal tersebut didukung oleh konsumsi rumah tangga dan pemerintah. Dihubungi terpisah, ekonom BNI Ryan Kiryanto memandang, aliran modal asing sebesar Rp74 triliun menunjukkan sebuah gambaran menggembirakan karena pasar keuangan di Indonesia terbilang likuid dan aktif.
”Masuknya dana asing sebagai indikasi mereka nyaman dengan produk investasi yang diterbitkan oleh pemerintah RI dengan yield yang cukup tinggi (sekitar 8%),” kata Ryan saat dihubungi semalam. Dia menyebut, prospek investasi di Indonesia juga atraktif lantaran sovereign risk RI termasuk investment grade.
”Yang pasti, capital inflows bisa memperbaiki defisit transaksi berjalan (current account deficit / CAD) agar tidak semakin melebar. Hasil akhirnya adalah rupiah menguat dan IHSG melonjak,” paparnya.