nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rugi Bersih Bank Banten Meningkat pada 2018

Rasyid Ridho , Jurnalis · Senin 25 Maret 2019 18:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 25 278 2034756 rugi-bersih-bank-banten-meningkat-pada-2018-GP22poiwbH.jpg Foto: RUPS Bank Banten

SERANG - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) mengalami rugi bersih Rp100 miliar pada 2018. Capaian ini naik dibandingkan dengan rugi setahun sebelumnya yang hanya Rp76,26 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan, pertumbuhan total aset Bank milik Pemprov Banten itu meningkat sebesar 23,80% secara year on year dari Rp7,66 triliun pada 2017 menjadi Rp9,48 triliun. Kenaikan pendapatan bunga bersih ditopang oleh kenaikan kredit yang mencapai 7,99% naik dari 5,11 triliun menjadi Rp5,51 triliun.

Sedangkan pertumbuhan penghimpunan dana pihak ketiga meningkat signifikan sebesar 19,84% secara yoy dari Rp5,55 triliun pada tahun 2017 menjadi Rp6,66 triliun pada 2018.

Baca Juga: Kedawung Setia Industri Catatkan Kenaikan Laba Bersih 11,3%

Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus mengatakan, sejumlah indikator kinerja keuangan menunjukkan perlambatan karena dipengaruhi dari dampak ekonomi global, dan kondisi industri perbankan nasional yang terpengaruh dari normalisasi kebijakan moneter dan situasi geopolitik.

Selain itu, keterbatasan ekspansi kredit juga menjadi alasan Bank Banten mengalami peningkatan rugi bersih pada tahun 2018, dan juga dipengaruhi oleh naiknya suku buka yang dilakukan bank Indonesia sejak awal 2018.

"Persaingan pihak ketiga tidak hanya perbankkan saja, tapi juga dengan pasar modal juga sama. Kemarin pemerintah beberapa kali mengeluarkan obligasi ritel, suku ritel, sekarang bersaing juga dengan mereka. Sehingga kerugian kami meningkat dari tahun sebelumnya," ujar Fahmi usai menggelar RUPST di Kota Serang. Senin (25/3/2019).

Baca Juga: Wahana Pronatural Bukukan Penjualan Rp308,57 Miliar

Ke depannya, lanjut Fahmi, sudah mempersiapkan strategi agar Bank Banten tetap berkomitmen untuk memberikan layanan yang sejalan dengan kebutuhan nasabah di era digitalisasi perbankan dengan meningkatkan sistem teknologi.

"Menciptakan inovasi demi memberikan kemudahan kepada nasabah serta pengembangan internet banking dan pengembangan produk," kara Fahmi.

Di sisi pengembangan, Bank Banten akan menerima pembayaran e-samsat Provinsi Banten dan membantu wajib pajak melakukan kewajibannya. "Kita sedang mempersiapkan pengembangan pembayaran melalui berbagai payment point online bank seperti fastpay, toko ritel, DANA, dan Tokopedia," ungkapnya.

Fahmi mengharapkan Bank Banten dapat menjadi bank penerima PBB, BPHTB, dan pajak lainnya yang menjadi sumber penerimaan daerah di seluruh Kab/Kota se-Banten.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini