Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

MRT Ciptakan Budaya Baru Transportasi Jakarta

Koran SINDO , Jurnalis-Senin, 25 Maret 2019 |09:46 WIB
MRT Ciptakan Budaya Baru Transportasi Jakarta
Ilustrasi: Foto Koran Sindo
A
A
A

Ambisi membangun sistem transportasi nyaman dan terintegrasi yang dicanangkan pemerintah akan terus berlanjut. Setelah MRT Jakarta seksi I yang menghubungkan Lebak Bulus-Bundaran HI diresmikan, pemerintah juga bersiap membangun MRT fase II yang menghubungkan Bundaran HI hingga Jakarta Kota. Targetnya, proyek yang akan menelan investasi Rp22,5 triliun itu bisa selesai pada 2024 mendatang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pembangunan MRT Tahap 1 (Lebak Bulus-Bundaran HI) merupakan sebuah terobosan infrastruktur untuk mengintegrasikan transportasi di DKI Jakarta. Saat ini, lintasan MRT sepanjang 16 kilometer baru terintegrasi dengan Bus Rapid Transit (BRT). Ke depan, Pemerintah DKI akan mendorong terus integrasi dengan moda transportasi lainnya seperti LRT dan Commuter Line, dalam kerangka Jaklingko.

"Dan, kita akan terus kawal pembangunan MRT Fase 2 dan fase-fase berikutnya," kata Anies .

Anies menjelaskan, MRT atau juga disebut Moda Raya Terpadu ini adalah salah satu terobosan infrastuktur kelas dunia yang menempatkan Jakarta sebagai kota megapolitan modern. Menurutnya, Jakarta sebagai ibukota sebuah negara anggota G-20 harus menjadi kota global yang maju, sejajar dengan berbagai kota utama dunia lainnya.

Pembangunan 13 stasiun antara Lebak Bulus-Bundaran HI, lanjut Anies, telah dirampungkan dan diresmikan. MRT yang memiliki delapan rangkaian itu akan mulai beroperasi pukul 05.30 s/d 22.30 WIB selama Maret dan April. Setelah itu, jumlah rangkaian ditingkatkan menjadi 16, dan jam operasional ditambah dari pukul 05.00 s/d 24.00 WIB. MRT tahap I ini didukung oleh 71 masinis dan 350 tenaga operasi dan pemeliharaan.

"Proyek ini memang benar-benar kolosal. Menurut informasi dari Dirut MRT, ada 253.553 pekerja yang terlibat dalam pembangunan MRT Jakarta Fase 1 sejak groundbreaking sampai selesai, ditambah 546 orang karyawan PT MRT," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anies juga menyampaikan terimakasih kepada para Gubernur Jakarta yang telah ikut mengawal dan mendorong proses pembangunan MRT dalam masa periodenya. Di antaranya, yaitu Gubernur Sutiyoso Gubernur Fauzi Bowo, Gubernur Joko Widodo, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, dan Gubernur Djarot Saiful Hidayat.

Terkait tarif MRT, Anies mengatakan bahwa pihaknya bersama belum menetapkan besarannya. Namun, berdasarkan hitungan kasar yang dibahas bersama DPRD DKI Jakarta, tarif MRT diperkirakan sekitar Rp1.000 per kilometer (km).

“Tarifnya nanti akan berbeda-beda tergantung tujuannya. MRT ini tarifnya berdasarkan stasiun. Anda naik dari stasiun mana, turun stasiun mana, harganya beda-beda,” kata Anies. Untuk tarif ini, Anies mengatakan bahwa penetapannya baru akan diumumkan hari ini.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bambang Prihartono sebelumnya mengatakan, MRT akan menjadi pilot project transportasi perkotaan dengan konsep digital.

"Kita akan atur supaya tidak crowded, terutama untuk ojek online seperti Grab maupun Gojek. Kita atur, supaya tidak berantakan," ujarnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement