Punya Bonus Demografi, Ekonomi RI Berpeluang Tumbuh Tinggi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 26 Maret 2019 11:47 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 26 20 2035047 punya-bonus-demografi-ekonomi-ri-berpeluang-tumbuh-tinggi-UyBp9su30b.jpeg Diskusi 100 Ekonom Perempuan (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Ekonom senior Core Hendri Saparini menilai, ekonomi Indonesia memiliki potensi untuk tumbuh tinggi dengan adanya bonus demografi. Di mana sebagian besar penduduk merupakan angkatan usia produktif usia 15-64 tahun. Puncak bonus demografi ini pun diprediksi terjadi pada tahun 2030.

"Semua negara (ekonominya) tumbuh tinggi saat era bonus demografi. Inilah kesempatan besar bagi kita," katanya dalam acara 100 Ekonom Perempuan Indonesia di Hotel Century Park, Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Hal ini yang membuat dirinya optimistis pertumbuhan ekonomi tahun ini tumbuh baik. Terlebih ketika menengok ekonomi tahun lalu yang mampu tumbuh 5,17% di tengah ketidakpastian ekonomi global, lebih tinggi dari tahun 2017 yang tumbuh 5,07%. Pemerintah sendiri targetkan pertumbuhan ekonomi capai 5,3% di 2019.

Ketidakpastian memang pun terus berlanjut pada tahun ini, disusul harga komoditas yang melemah juga perekonomian global yang kecenderungan melemah. Oleh sebab itu, Hendri menyatakan, perlu terobosan untuk tetap mampu mendorong perekonomian dengan memanfaatkan bonus demografi yang kini dinikmati.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tak Mau Indonesia Terjebak Jadi Negara Berpenghasilan Menengah

"Dengan melihat 2018 kita bisa tetap tumbuh cukup bagus maka kita yakin semua tantangan, baik harga komoditas yang melemah dan pertumbuhan negara-negara dunia kecenderungannya melemah. Maka memerlukan upaya kita semua mencari terobosan-terobosan agar potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi terealisasi," jelasnya.

Salah satu yang perlu diperbaiki adalah kualitas sumber daya manusia (SDM), mengingat industri manufaktur tengah digenjot pemerintah untuk mendorong pertumbuhan. Menurutnya, memang saat ini 59% penduduk berpendidikan tingkat SMP ke bawah, namun tetap dapat dimanfaatkan. Sebab, banyak negara yang bahkan tak kekurangan tenaga kerja untuk mendorong industrinya.

"Banyak negara yang menghadapi kekurangan tenaga kerja. Seperti Thailand yang sekarang menghadapi itu, memasuki era aging, di mana yang produktif lebih sedikit. Sementara Indonesia sebaliknya, maka kita harus optimalkan ini agar tercipta pertumbuhan yang inklusif," jelas dia.

grafik

Selain soal SDM, hal lain yang perlu didorong yang mengoptimalkan sumber ekonomi di wilayah lainnya, tak hanya Jawa dan Bali saja yang menopang. "Harus melihat potensi wilayah lainnya. Selama ini 80% ekonomi disokong Jawa dan Bali, maka butuh sumber-sumber ekonomi yang lebih luas," kata dia.

Hendri juga menekankan, perlu mengoptimalkan perkembangan teknologi saat ini untuk mendorong perekonomian. Terlebih pemerintah kini tengah menyiapkan infrastruktur internet dengan proyek Palapa Ring maupun infrastruktur fisik seperti jalan maupun jembatan.

"Karena itu pertanian, perdagangan akan didorong dengan suntikan teknologi agar terjadi percepatan dan pemerataan dalam pertumbuhan ekonomi," kata Hendri.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini