nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kunci Sukses Indonesia Lolos dari Ketidakpastian Ekonomi Global 2018

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 27 Maret 2019 13:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 27 20 2035610 kunci-sukses-indonesia-lolos-dari-ketidakpastian-ekonomi-global-2018-kHShKpeoGI.jpg Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebut Indonesia berhasil lolos dari kondisi ketidakpastian ekonomi global pada tahun lalu. Hal tersebut terbukti jika ekonomi RI masih tumbuh 5,17% meski masih di bawah target.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kunci sukses Indonesia untuk lolos dari ketidakpastian global adalah sinergi. Antara BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Kementerian Koordinator bidang Perekonomian terus menjaga perekonomian Indonesia bisa tetap stabil di tengah gejolak ekonomi dunia.

"Apa pelajaran yang bisa dipetik dari 2018? Kenapa Indonesia bisa menjaga ketahanan bahkan dorong pertumbuhan ekonomi yang cukup baik? Kuncinya sinergi, sinergi, sinergi," ujarnya dalam acara peluncuran buku Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2018 di Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Baca Juga: Investasi Melambat, Ekonomi RI Ditopang Permintaan Domestik

Menurut Perry, kesulitan apapun jika dihadapi bersama akan terasa ringan. Sekalipun kesulitannya atau tantangannya seratus kali lipat, dengan sinergi masalah tersebut bisa teratasi.

"Apapun sulitnya tantangan, masalah yang kita hadapi, 1+1 bukan 2 tapi bisa 100. Hasil sinergi kuat dan hasilkan kinerja yang lebih baik," katanya.

Perry menjelaskan, salah satu bentuk sinergi yang dilakukan dari sisi Bank Indonesia, OJK dan LPS menjaga kestabilan keuangan dengan menaikan suku bunga.

“Jaga kestabilan global kita secara preventif naikkan suku bunga, bukan karena inflasi tinggi tapi menahan arus mengembalikan modal asing dan menguatnya dolar, kita imbangi keseimbangan nilai tukar sesuai fundamentalnya," katanya.

Baca Juga: Banyak Negara Krisis Ekonomi, Gubernur BI: Kita Harus Bersyukur

Hasilnya pun mulai nyata, setelah sebelumnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tembus Rp15.000 per USD. Pada kuartal IV-2019 mulai kembali menuju angka Rp14.200 per USD.

"Mulai triwulan 4 tahun lalu arus modal balik ke Ind dan mampu memulihkan kondisi jadu stabil dan tahan," ucapnya.

Sementara itu dari sisi pemerintah, Kementerian Koordinator bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan memberikan ketahanan dan pertumbuhan lewat langkah-langkah dari sisi moneter dan fiskal. Pemerintah berusaha untuk menarik dana hasil ekspor (DHE) kedalam negeri dengan mengumpulkan seluruh pengusaha dalam negeri.

"Kebijakan moneter erat dengan fiskal. Terima kasih pada Menkeu yang jaga defisit fiskal, selain mencari ruang fiskal untuk stimulusnya. Terima kasih OJK dan LPS jaga stabilitas sistem keuangan. Dalam forun KSSK itulah kunci jaga tahan dan stabilitas dari serangan global," katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini