"Apapun sulitnya tantangan, masalah yang kita hadapi, 1+1 bukan 2 tapi bisa 100. Hasil sinergi kuat dan hasilkan kinerja yang lebih baik," katanya.
Perry menjelaskan, salah satu bentuk sinergi yang dilakukan dari sisi Bank Indonesia, OJK dan LPS menjaga kestabilan keuangan dengan menaikan suku bunga.
“Jaga kestabilan global kita secara preventif naikkan suku bunga, bukan karena inflasi tinggi tapi menahan arus mengembalikan modal asing dan menguatnya dolar, kita imbangi keseimbangan nilai tukar sesuai fundamentalnya," katanya.
Baca Juga: Banyak Negara Krisis Ekonomi, Gubernur BI: Kita Harus Bersyukur
Hasilnya pun mulai nyata, setelah sebelumnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tembus Rp15.000 per USD. Pada kuartal IV-2019 mulai kembali menuju angka Rp14.200 per USD.