Dolar AS Menguat di Tengah Penurunan Euro dan Yen

Rabu 27 Maret 2019 07:55 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 27 278 2035461 dolar-as-menguat-di-tengah-penurunan-euro-dan-yen-u5nHO3znmW.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

NEW YORK - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), di tengah penurunan euro dan yen Jepang.

Euro tergelincir pada Selasa 26 Maret 2019, menyerahkan sebagian keuntungan pada Senin 25 Maret 2019, disebabkan oleh survei kepercayaan bisnis Jerman yang lebih kuat dari perkiraan. Yen jatuh karena tawaran safe-haven berkurang.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,18% menjadi 96,7382 pada akhir perdagangan. Demikian dikutip Antaranews, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

 Baca Juga: Dolar AS Melemah Dipicu Isu Perlambatan Ekonomi Global

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1278 dolar AS dari 1,1312 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3218 dolar AS dari 1,3180 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7144 dolar AS dari 0,7108 dolar AS.

Dolar AS dibeli 110,53 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,05 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS juga menguat menjadi 0,9936 franc Swiss dari 0,9925 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3379 dolar Kanada dari 1,3411 dolar Kanada.

 Baca Juga: Indeks Dolar Sedikit Menguat berkat Pelemahan Euro

Departemen Perdagangan mengatakan, pelaku pasar juga mencerna banyak data ekonomi. Angka housing starts (rumah yang baru dibangun) yang dimiliki secara pribadi di AS berada pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 1,162 juta unit pada Februari, turun 8,7% dari tingkat yang direvisi pada Januari.

Sementara itu, Indeks Kepercayaan Konsumen AS berdiri di 124,1 bulan ini, turun dari 131,4 pada Februari, menurut laporan yang baru dirilis oleh lembaga riset swasta Conference Board yang berbasis di New York.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini