nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tips Berburu Tiket Lebaran dari Bos KAI

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 28 Maret 2019 17:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 28 320 2036264 tips-berburu-tiket-lebaran-dari-bos-kai-26iTltY2tZ.jpeg Dirut KAI Edi Sukmoro (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pada masa mudik Lebaran masyarakat sering kali tak mendapatkan tiket perjalanan kereta api sesuai waktu yang diinginkan. Terlebih pada masa puncak mudik, tiket dengan cepat terjual.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 2019 akan terjadi pada H-7 yakni Rabu, 29 Mei 2019 dan pada H+3 tepatnya pada Minggu, 9 Juni 2019. Adapun Hari Raya Idul Fitri akan jatuh pada tanggal 5-6 Juni 2019.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro pun membagi tips kepada masyarakat untuk mendapatkan tiket kereta api yang diinginkan. Seperti apa?

Pertama dengan melakukan pembelian via online, yakni melalui melalui platform online travel agent (OTA) maupun aplikasi dari KAI sendiri.

Baca Juga: KAI Masih Layani Pembelian Tiket di Stasiun untuk Mudik Lebaran

Setelah melakukan pemesanan tiket, tentunya harus segera melakukan pembayaran, sebab lewat 1-2 jam saja pemesanan akan langsung dibatalkan. Kata Edi, pembayaran pun bisa dengan mudah dilakukan lewat LinkAja, sistem pembayaran besutan BUMN.

Aplikasi LinkAja bisa digunakan sebagai metode pembayaran untuk berbagai layanan PT KAI, salah satunya pembelian tiket kereta baik online maupun di loket stasiun.

"Jadi gunakan LinkAja, barang kali membantu," kata Edi dalam acara live streaming Special Dialogue Okezone, Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Kedua, jika saat hendak melakukan pembelian tiket secara online dan ternyata tiket sudah habis terjual, yang perlu dilakukan adalah mengulang atau refresh laman tersebut. Sebab, seringkali terdapat masyarakat yang membatalkan pembelian tiket atau tidak membayar tiket pada batas waktu yang ditentukan.

 dirut kai

Jika memang ada pembatalan, maka tiket tersebut pun bisa dibeli oleh pihak lain. "Lalu saat mencari tiket (secara online) terus diulang lagi (lamannya). Bisa jadi ada yang batalkan, misal dalam tiga jam kemudian ada tiket yang bisa dibeli. Itu peluang itu yang bisa diambil," jelasnya.

Edi menambahkan, pembatalan tiket biasanya terjadi karena banyak masyarakat yang sudah membeli tiket dari jauh-jauh hari, namun tidak memiliki kepastian apakah pada tanggal yang dipesan itu sudah bisa mudik atau tidak. "Ada juga yang batal karena pindah moda transportasi, misal dia dapat mudik gratis naik bus," kata dia.

Sekedar diketahui, PT KAI telah menyediakan 409 perjalanan kereta api, terdiri dari 356 reguler dan 50 tambahan. Maka jumlah kursi yang tersedia pun mencapai 247.010 per hari. Adapun hingga tanggal 25 Maret 2019 sudah 36% tiket yang terjual.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini