nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI: Stabilitas Keuangan Domestik Terjaga walau Ada Gejolak Turki-Argentina

Jum'at 29 Maret 2019 15:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 29 20 2036684 bi-stabilitas-keuangan-domestik-terjaga-walau-ada-gejolak-turki-argentina-yMuFyxFSWR.jpg Bank Indonesia. Foto: Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia menyebutkan, stabilitas sistem keuangan masih terjaga baik meskipun terjadi gejolak likuiditas di negara-negara ekonomi sepadan (peers) seperti Turki dan Argentina dalam sepekan terakhir.

Pergerakkan nilai tukar rupiah selama sepekan terakhir tercatat mengalami depresiasi sebesar 0,5% namun secara tahun berjalan sejak awal tahun masih menunjukkan penguatan 0,9% (year to date/ytd).

"Bisa kami sampaikan sentimen investor ke Indonesia masih cukup positif sangat baik. Artinya kalau kita liat aliran modal masuk di instrumen domestik, baik di Surat Berharga Negara, Sertifikat Bank Indonesia dan saham," kata Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo dilansir dari Antarnews, Jumat (29/3/2019).

Baca Juga: Defisit Transaksi Berjalan Wajib Diperbaiki jika Ingin Suku Bunga Turun

Perekonomian global dalam sepekan terakhir diwarnai dengan tekanan likuiditas Lira, Turki, menyusul intervensi besar-besaran Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di pasar uang negara setempat. Gejolak ekonomi di Argentina juga masih terasa dengan merosotnya nilai Peso.

Dody memandang meskipun sepekan terakhir kondisi eksternal penuh dinamika, ketahanan stabilitas sistem keuangan domestik masih terjaga baik berdasarkan pergerakan nilai tukar, pergerakan pasar saham dan juga parameter di industri jasa keuangan.

Ke depan, ujar Dody, otoritas moneter akan menjaga nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya. Saat ini, rupiah berada di Rp14.223 per dolar AS di pasar spot. Dody menyebut level tersebut masih di bawah nilai fundamentalnya. "Harusnya bisa lebih menguat," ujarnya.

bank indonesia

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan yang dikutip Antara, modal asing yang masuk (capital inflow) ke Indonesia dari 1 Januari hingga 22 Maret 2019 mencapai Rp74,7 triliun. Rinciannya, jumlah modal asing yang diinvestasikan pemodal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) pemerintah mencapai Rp63,5 triliun, dan ke instrumen saham sebesar Rp 11,2 triliun.

Bank Indonesia menyatakan masih mempertahankan arah kebijakan moneternya, termasuk suku bunga acuan, untuk menjaga stabilitas perekonomian dari tekanan eksternal. Arah kebijakan yang diterjemahkan untuk menjaga daya tarik aset berdenominasi rupiah agar investasi asing semakin deras masuk, dan mampu membiayai defisit transaksi berjalan.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini