nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beroperasi Tahun Ini, Pembangunan PLTU Lontar Capai 87,86%

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 29 Maret 2019 13:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 29 320 2036598 beroperasi-tahun-ini-pembangunan-pltu-lontar-capai-87-86-Lof1zUPHjM.jpg Foto: PLTU Lontar (Giri/Okezone)

BANTEN - PT PLN (Persero) memberikan update mengenai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Unit 4 di Balaraja, Tangerang. Saat ini sendiri PLTU yang memiliki kapasitas 315 megawatt (mw) ini sudah mencapai 87,86%.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) Ratna Sjamsuddin mengatakan, PLTU ini merupakan extension dari yang sudah eksisting. Saat ini sendiri kapasitas PLTU Lontar yang telah dioperasikan PLN 3 x 315 atau total 945 mw.

"Proyek ini merupakan tambahan dari proyek eksisting yang berkapasitas 315 mw," ujarnya dalam acara press briefing di PLTU Lontar, Balaraja, Banten, Jumat (29/3/2019).

 

Menurut Ratna, PLTU Lontar ini sendiri baru saja merampungkan pelaksanaan Boiler Hydrotest pada bulan Maret ini. Artinya, proyek pembangkit ini telah menapaki progres yang signifikan dan direncanakan akan rampung pada kuartal ketiga tahun 2019.

"Salah satu kegiatan penting pelaksanaan boiler sudah mulai dan kami harapkan tahun ini sudah bisa beroperasi," ucapnya.

 Baca Juga: Apa Benar PLTU Selalu Mencemari Lingkungan?

Direktur Regional Jawa Bagian Barat PLN Haryanto WS menjelaskan bahwa pembangunan PLTU Lontar Extension 1x315 mw ini sangat penting. Sebab, adanya PLTU ini ini bisa mendukung pertumbuhan ekonomi di regional DKI Jakarta dan Banten.

"Ini merupakan salah satu pembangkit di Jawa bagian barat yang berfungsi menopang kecukupan daya khususnya Jakarta di sekitarnya. Mendukung pengembangan daerah Banten dan mendukung kelistrikan di Jawa Bali," katanya.

Sebagai informasi, PLTU Lontar merupakan salah satu proyek dari PT PLN unit induk Jawa bagian barat. Kapasitas PLTU inu sebesar 1 x 315 mw dan memasok tiga subsistem untuk wilayah DKI Jakarta dan Banteng yakni subsistem Balaraja. Subsistem Kembangan serta Subsistem Muara Karang-Gandul.

 Baca Juga: PLTU Paiton Mampu Bertahan 25 Tahun, Apa Rahasianya?

Pembangunan PLTU Lontar unit empat kapasitas 315 mw ditandatangani pada 17 September 2015 dengan kontrak efektif 1 April 2016 dan merupakan aset milik PLN dan EPC dengan nilai kontrak sebesar USD225 juta, 18 miliar yen Jepang, dan Rp1,58 triliun.

Dibangun di atas tanah seluas 11 hektare persegi, PLTU unit IV diproyeksikan selesai pada 2019 mendatang. Pembangunannya dilaksanakan oleh pemenang tender, yakni Sumitomo Corporation, Black and Veatch International Company dan juga menggandeng kontraktor lokal PT Satyamitra Surya Perkasa

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini