PascaBanjir Bandang, Penebangan dan Penambang Liar di Jayapura Harus Dihentikan

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 01 April 2019 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 01 320 2037674 pascabanjir-bandang-penebangan-dan-penambang-liar-di-jayapura-harus-dihentikan-KGxejP4ss4.jpeg Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Foto: Feby/Okezone

JAYAPURA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melarang keras adanya pembakalan liar atau penebangan liar yang dilakukan di Gunung Cycloop, Jayapura, Papua. Kegiatan merusak ekosistem sehingga derasnya aliran air tidak bisa tertahan.

"Illegal logging, kemudian penambangan-penambangan liar harus distop. Harus keras, karena (gunung) Cycloop ini kan panjang. Ini di bawahnya kan pemukiman semua," tuturnya, di Jayapura, Papua, Senin (1/4/2019).

Baca Juga: PUPR Pulihkan Pemukiman yang Rusak PascaBanjir Bandang Sentani

Menurut Basuki, apa yang dilakukan masyarakat di pegunungan Cycloop dengan menebang pohon tidak bisa didukung. Sebab, apa yang mereka hasilkan tidak sebanding dengan besarnya dampak banjir bandang seperti ini.

"Jadi harus keras, semua harus mendukung itu. Makanya ada Pak BNPB, nanti akan menggerakkan TNI/Polri juga. Terutama dikomandoi oleh Gubernur (Papua). Bupati/Walikota juga," tegasnya.

banjir

Banjir bandang Sentani tahun ini menjadi yang terbesar. Derasnya aliran air dari Gunung Cycloop, ditambah material seperti batu, pohon dan pasir membuat aliran air menuju ke hilir begitu besar.

Aliran air itu pun sudah tidak tertampung di sungai, Dobokurung, Kemiri, Doyo Baru dan Bello. Karena begitu deras dan dahsyatnya, banjir bandang ini pun menerjang rumah warga yang mayoritas berada di panjang Gunung Cycloop.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini