nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Groundbreaking Gedung Ramah Lingkungan untuk Kantor OJK

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 02 April 2019 15:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 02 20 2038281 sri-mulyani-groundbreaking-gedung-ramah-lingkungan-untuk-kantor-ojk-gESwFfZkww.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Giri/Okezone)

JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyepakati penggunaan barang milik negara di lokasi LOT-1 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta. Nantinya, tanah tersebut akan digunakan untuk pembangunan gedung Indonesia Financial Center.

Kesepakatan penggunaan sendiri tertuang dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). MoU sendiri ditandatangani langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso.

Melalui nota kesepahaman ini juga Kemenkeu memberikan hak kepada OJK untuk membangun gedung, fasilitas penunjang, dan sarana prasarana lingkungan pada BMN tersebut. Hal ini merupakan wujud perhatian Pemerintah dalam mengakomodasi kebutuhan OJK serta sebagai bagian dari upaya dalam peningkatan peran OJK dalam mengatur, mengawasi dan melindungi sektor jasa keuangan.

Selain itu, Pembangunan gedung ini merupakan bentuk optimalisasi penggunaan Barang Milik Negara, sejalan dengan kebijakan Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah beserta peraturan pelaksanaannya.

Baca Juga: OJK: Ada Perusahaan Efek Daerah Tak Perlu Investasi di Kota

Dalam acara itu juga dilakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) Gedung Financial Center. Prosesi ground breaking ditandai dengan pengadukan tanah dan semen oleh Sri Mulyani dan juga Wimboh Santoso beserta jajaran Kementerian Keuangan dan juga OJK yang hadir.

Dalam sambutannya ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyambut baik pembangunan gedung baru tersebut. Menurut Wimboh, nantinya gedung ini akan dimanfaatkan sebagai kantor pusat OJK. Ruang kantor ini akan memiliki konsep high and best use dan ramah lingkungan sebagai platinum green building sesuai dengan standar Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia).

"Gedung nanti Indonesia Financial Center yang kita sebut pada siang hari ini cermonial groundbreaking. Kami terimakasih kepada Menteri Keuangan. Alhamdulillah meskipun prosesnya harus kita lalui. Tapi hari ini paling tidak kita sudah mendapatkan bersama sama menghadiri ceremonial ini," ujarnya dalam acara groundbreaking di Tanah LOT 1 SCBD Sudirman, Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Menurut Wimboh, nantinya gedung ini memiliki arti penting setelah tujuh tahun didirikannya OJK sehingga ke depannya diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, kinerja sehingga peran dan fungsi OJK.

sri mulyani

Dalam kesempatan ini Wimboh juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia yang selama ini telah meminjam pakaikan gedung kantornya selain juga melakukan sewa gedung untuk menampung sekitar 3.000 pegawai di Kantor Pusat OJK.

"Insyallah dengan adanya ini memberikan sangat kita semua untuk mempercepat proses adanya gedung yang dibangun untuk melakukan sinergi dalam membangun sektor keuangan dan memberikan kontribusi maksimal kepada republik Indonesia," jelasnya.

Pembiayaan pembangunan gedung berasal dari hasil pemanfaatan efisiensi anggaran operasional OJK setiap tahunnya. Selanjutnya, OJK dan Kemenkeu akan membentuk tim bersama dan secara bertahap akan diadakan Probity Audit pengadaan barang atau jasa bekerjasama dengan BPKP. Tim bersama tersebut bertujuan untuk menyusun regulasi, perizinan dan perencanaan gedung.

"Dibiayai dari hasil pungutan yang di kontribusi dari sektor jasa keuangan. Ini gedung kita bersama. Jadi bukan OJK ini merupakan kontribusi iuran yang setiap tahun dibayar," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini