nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Naik 67,09%, Mark Dynamics Bukukan Laba Rp82,29 Miliar

Selasa 02 April 2019 12:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 02 278 2038191 naik-67-09-mark-dynamics-bukukan-laba-rp82-29-miliar-1s6jPAMRA8.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) berhasil meraih laba komprehensif di 2018 sebesar Rp82,29 miliar. Pencapaian ini tumbuh 67,09% dibanding laba bersih yang diperoleh pada tahun 2017 sebesar Rp49,25 miliar.

Baca Juga: Mark Dynamics Stock Split 1:5 Jadi Rp20/Saham

Kata Presiden Direktur PT Mark Dyamics Indonesia Tbk, Ridwan, pertumbuhan laba berkat keberhasil perseroan yang mencatatkan penjualan sebesar Rp325,47 miliar atau tumbuh 36% dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp239,79 miliar. “Pasar yang terus meningkat mendorong tercapainya peningkatan penjualan tahun 2018 sebesar 36%. Kondisi ini merupakan pencapaian positif perseroan yang berhasil melakukan penetrasi pasar baru, selain mempertahankan pelanggan lama dengan terus meningkatkan kualitas hand former secara konsisten,” ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Selasa (2/4/2019).

Disampaikannya, perseroan berhasil melampaui target laba selama dua tahun berturut-turut yaitu di tahun 2017 dan tahun 2018. Di tahun 2017, perseroan menargetkan laba sebesar Rp32 miliar dan perseroan berhasil mencapai laba sebesar Rp47 miliar. Pencapaian ini sebesar 147% dari target awal. Kemudian di tahun 2018, perseroan menargetkan laba sebesar Rp64,7 miliar dan berhasil mencapai Rp82,29 miliar. Menurutnya, pencapaian ini sebesar 127% dari target awal perseroan.

grafik

Perseroan mengungkapkan, nilai penjualan yang diraih pada tahun 2018 berasal dari penjualan hand former sebesar 6,4 juta unit atau meningkat sebesar 28% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5 juta unit. Sebagai pemain utama produksi hand former atau cetakan sarung tangan berbasis keramik, perseroan memasarkan mayoritas produknya di pasar ekspor dengan nilai sebesar Rp303 miliar pada tahun 2018 atau mencapai 93% dari total penjualan. Dimana negara tujuan ekspor utama adalah Malaysia, yang diikuti dengan Thailand dan Vietnam.

Peningkatan penjualan ini diiringi dengan efisiensi di seluruh unit kerja, salah satunya dengan menurunkan tingkat biaya overhead. Hal ini memberi kontribusi pada naiknya marjin laba kotor menjadi sebesar 55%, dengan nilai laba kotor pada tahun 2018 sebesar Rp145 miliar, meningkat sebesar 61% dibandingkan Rp90 miliar pada tahun 2017. Keberhasilan menjaga tingkat biaya yang rendah ini juga terlihat pada pencapaian laba sebelum pajak pada akhir tahun 2018 sebesar Rp111 miliar dengan marjin laba sebesar 34%.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini