Menhub Akui Bandara Baru Yogyakarta Belum Bisa Beroperasi 7 April 2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 03 April 2019 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 03 320 2038683 menhub-akui-bandara-baru-yogyakarta-belum-bisa-beroperasi-7-april-2019-dKdeBo8mPk.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

7. Status pembangunan gedung terminal masih work in progress, sehingga masih banyak potensi gangguan suara/kebisingan, getaran, debu, dan pemandangan. Hal ini tidak hanya menyangkut kenyamanan tetapi juga mengenai risiko, mengingat saat Teminal 3 Bandara Soekarno-Hatta ketika diresmikan statusnya juga masih work in progress. Tidak hanya mengganggu kenyamanan, namun juga mengandung resiko ancaman keselamatan bagi para pekerja di terminal dan pengguna jasa serta berpotensi membentuk persepsi buruk dari masyarakat luas.

8. Terkait kelaikan gedung terminal, sebagai perbandingan untuk gedung-gedung komersial, pertokoan, perkantoran, apartemen, rumah susun, dan sebagainya yang ada di Provinsi DKI Jakarta, gedung dapat dihuni atau difungsikan apabila telah memperoleh Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dari Pemerintah Daerah. Ombudsman RI tidak yakin apabila gedung terminal ini akan memperoleh SLF dengan kondisi masih work in progress. Kendala lain adalah Kabupaten Kulon Progo masih belum memberlakukan Sertifikasi Laik Fungsi ini.

9. Pekerjaan konstruksi untuk operasional minimum mungkin dapat selesai sesuai target waktu yang telah ditentukan, namun aspek instalasi dan jaringan internet masih diragukan

kehandalannya karena belum ada pengujian sistem. Perlu diperhatikan bahwa personil yang akan mengoperasikan berbagai pelayanan di BUBY masih belum mengenal tata ruang gedung terminal, sehingga perlu diadakan training untuk pemahaman dan pengenalan daerah (familiarisation). Hal ini dilakukan untuk menjamin kelancaran pelayanan.

10. Belum ada sistem pengelolaan limbah yang mapan.

11. Akses keluar dan masuk gedung terminal saat ini masih melewati bagian depan yang masih ada pengerjaan konstruksi. Hal ini berpotensi hazard dan mengganggu kenyamanan pandangan dan juga resiko terhadap keselamatan pengguna jalan akses.

12. Dalam kondisi pembangunan masih berlangsung, belum memungkinkan untuk dilakukan latihan evakuasi dalam keadaan darurat bagi pengguna gedung terminal. Mengingat Yogyakarta berada di kawasan yang rawan gempa, prosedur, rambu-rambu dan fasilitas evakuasi mutlak dibutuhkan.

13. Fasiltas parkir motor dan mobil baik untuk penumpang, penjemput, dan pekerja bandara belum terlihat progres kesiapannya.

14. Belum terlihat fasilitas pendukung untuk para pekerja bandara seperti food court dengan harga umum. Hal ini menyangkut pemenuhan hak pekerja.

15. Terkait dengan penamaan New Yogyakarta International Airport (NYIA), Pemerintah wajib  mematuhi amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini