nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penyaluran KUR Baru Rp23 Triliun hingga Februari 2019

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 04 April 2019 17:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 04 320 2039081 penyaluran-kur-baru-rp23-triliun-hingga-februari-2019-FuOpEi6Rgt.jpeg Diskusi KUR (Foto: Giri/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Februari 2019 mencapai Rp23 triliun. Angka ini masih jauh dari target penyaluran KUR tahun 2018 yang sebesar Rp140 triliun.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan, dari penyaluran KUR hingga Februari ini ada peningkatan permintaan pada kredit sektor produksi. Hal tersebut tidak terlepas dari turunnya bunga menjadi 7%.

"Dengan turunnya bunga menjadi 7% tadi permintaan luar biasa," ujarnya dalam sebuah diskusi di Hotel Harris, Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Baca Juga: KUR Diharapkan Optimalkan Potensi Perikanan Rakyat

Ke depan Iskandar akan terus mendorong penyaluran KUR khususnya kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sebab menurutnya, hingga saat ini masih banyak sekali peminat dari pinjaman KUR sektor UMKM.

"Demandnya KUR ini rendah dulunya, berarti harga keseimbangan sebelumnya terlalu tinggi. Itu latar belakang kita menurunkan salah satu bunganya agar orang kecil punya akses pembiayaan kredit," jelasnya.

Bukan hanya mengejar target, pemerintah juga akan memperluas penerima KUR. Sebagai salah satu contohnya adalah pada tahun ini, pemerintah sudah mengalokasikan KUR kepada petani garam yang sebelumnya tidak memiliki akses pembiayaan.

rupiah

"Pertambangan tidak boleh dapat KUR, ternyata petani garam masuk ke pertambangan. Ini kan ironis, petani garam yang miskin tidak dapat bantuan. Makanya kita ubah yang terpenting kita buat sektornya. Sektornya hanya untuk pelaporan. Semua UMKM sepanjang produktif boleh dapat KUR," jelasnya.

Selain memperluas, pemerintah juga akan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Harapannya, semakin banyak sektor yang bisa mendapatkan akses KUR

"Bagaimana membuat ini menarik, caranya dengan memberikan suku bunga. Pemerintah kan tidak punya dana, bagaimana caranya ini berkembang. Maka harus B to B supaya kesinambungan, dengan memberikan subsidi bunga pada 2015," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini