nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Belajar Bisnis dari 5 Film Inspiratif Ini

Minggu 07 April 2019 07:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 06 320 2039950 belajar-bisnis-dari-5-film-inspiratif-ini-fyYTQdassP.jpg Ilustrasi Orang Kaya (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Hidup serba berkecukupan adalah impian semua orang. Merintis karir sebagai pengusaha, sering kali menjadi pilihannya. Sebab jika hanya mengandalkan gaji perusahaan, mungkin kurang bisa memenuhi apa yang diinginkan.

Nah, untuk bisa meraih kesuksesan tersebut pastinya butuh perjuangan dan kerja keras. Belajar memahami bisnis dan keuangan nyatanya tidak hanya bisa kamu dapatkan melalui pendidikan formal, tapi juga dengan menonton film-film tertentu.

Menariknya, ada beberapa film yang tidak sekadar memberikan unsur hiburan semata. Dilansir dari CekAja.com, agar paham trik dalam berbisnis secara lebih menyenangkan, coba tonton 5 film berikut yang diharapkan bisa memberimu inspirasi.

Joy

Diperankan oleh Jennifer Lawrence, film ini menceritakan tentang seorang wanita bernama Joy yang bekerja sebagai cleaning service di sebuah kantor penerbangan. Usai tergores pecahan beling saat memeras kain pel, ia seperti mendapat ide dan memutuskan untuk mendesain kain pel ajaib.

Baca Juga: 4 Peluang Cari Duit Tambahan Buat Para Guru Honorer

Singkat cerita, Joy berhasil mendesain dan memproduksi kain pel ajaibnya walaupun masih merasa kesulitan menjual kain pel tersebut. Ia bahkan sempat ditipu oleh pemasok kain pel, hingga tidak menerima penghasilan sama sekali dan bangkrut. Film ini menunjukkan perjuangan seorang pengusaha baru yang harus menghadapi segala tantangan dan pengorbanan.

The Greatest Showman

Bukan hanya menyuguhkanmu sajian musikal kelas dunia saja, tapi juga banyak pelajaran soal bisnis yang bisa diambil lewat film The Greatest Showman. Film ini pun mengajakmu untuk memaknai kesuksesan lebih dari sekedar uang, melainkan pentingnya arti keluarga dan kasih sayang.

The Greatest Showman menceritakan Phineas Taylor Barnum, seorang karyawan yang dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja. Sempat membuka usaha museum namun sepi pengunjung , akhirnya ia beralih profesi sebagai perndiri sirkus.

rupiah

Tidak semulus yang dibayangkan, Barnum harus menghadapi banyak tentangan kendati merekrut orang-orang berpenampilan ‘tidak biasa’ dalam pertunjukan hiburannya.

The Intern

Film ini mengisahkan seorang pensiunan berusia 70 tahun, Ben Whittaker yang mengikuti program magang bagi masyarakat lansia di sebuah e-comerce produk fashion. Secara finansial, Ben sebenarnya tidak memiliki kesulitan. Ia hanya merasa kesepian, terlebih setelah istrinya meninggal dunia.

Di perusahaan tersebut, Ben dihadapkan dengan CEO yang cukup dominan dalam bekerja. Tak banyak orang yang tahu dibalik kesuksesan sang lady boss, Jules harus berjuang pula menghadapi kemelut rumah tangganya.

The Intern mengajarkan bahwa kemauan untuk terus berkarir itu seharusnya tak memandang usia. Begitupun cara kerja seorang pengusaha dengan melakukan semua hal mulai dari menjawab keluhan pelanggan sampai membungkus barang dagangannya, semua ditunjukkan dalam film tersebut.

The Billionaire

Pernah menyicipi snack rumput laut ‘Tae Ko Noi’? Film ini menceritakan kisah nyata pengusaha muda asal Thailand dalam membangun brand-nya tersebut. Top yang sejak usia 16 tahun sudah memiliki jiwa bisnis dengan berinvestasi lewat game online, memutuskan drop out saat kuliah untuk terjun sepenuhnya berbisnis.

Semua ia rintis dari mulai berjualan kacang goreng namun tidak berjalan lancar, sampai kemudian beralih pada ide cemilan rumput laut yang juga banyak rintangan untuk bisa meraih sukses seperti sekarang. Top yang digambarkan sebagai pribadi yang tidak takut risiko dan selalu belajar dari kesalahan bisa menjadi penyemangatmu untuk terus berkomitmen yang sama dalam menjalankan bisnis.

rupiah

Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar

Diangkat dari kisah nyata motivator sukses Merry Riana, film ini menceritakan pahit dan manisnya seorang perantau. Setelah lulus SMA, Merry terpaksa mengungsi ke Singapura lantaran kondisi Indonesia yang kala itu sedang tidak stabil akibat krisis moneter tahun 1998.

Meski cita-cita untuk kuliah dan menjadi sukses terasa begitu jauh, Merry tidak lantas menyerah. Dengan bantuan sahabatnya Irene, ia berhasil diterima oleh Nanyang Technology University (NTU) melalui program pinjaman pendidikan.

Dengan persyaratan cukup ketat, ia harus membayar iuran sekaligus mempertahankan prestasinya agar bisa terus mengenyam bangku pendidikan di sana. Bersama Alva, kekasih yang kini merupakan suaminya, ia memutuskan untuk menjadi sales asuransi.

Bila menonton film adalah hobimu, tak ada salahnya untuk memilih alur cerita yang mengangkat isu keuangan dan bisnis seperti judul-judul di atas. Ibarat sembari menyelam minum air, ada ilmu yang bisa diambil meski kegiatan ini bersifat hiburan.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini