nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkeu dan Gubernur Bank Sentral ASEAN Sepakat untuk Integrasi Keuangan

Koran SINDO, Jurnalis · Minggu 07 April 2019 11:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 07 20 2040116 menkeu-dan-gubernur-bank-sentral-asean-sepakat-untuk-integrasi-keuangan-3wNyZTsS6K.jpg Foto: Pertemuan Tahunan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral ASEAN

JAKARTA – Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral di kawasan ASEAN menegaskan komitmen terkait integrasi keuangan di kawasan ini.

Integrasi tersebut diyakini akan turut mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan menjadi lebih kuat dan stabil di masa mendatang. Dalam pertemuan tahunan di Chiang Mai, Thailand, yang berakhir Jumat (5/4) disepakati sejumlah poin untuk mendorong perekonomian ASEAN.

Pertama, mendorong perdagangan internasional dan investasi sebagai mesin penting pertumbuhan ekonomi dan pembangunan kawasan.

Kedua, mendukung upaya pemanfaatan teknologi keuangan (financial technology ) untuk meningkatkan inklusi keuangan dan sistem pembayaran di kawasan.

Ketiga, memperkuat kerja sama keuangan Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) sebagai jaring pengaman keuangan kawasan yang efektif melalui peningkatan kapabilitas surveillance dan operasional dari ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO).

Baca Juga: Bertemu Menkeu se-ASEAN, Sri Mulyani Bahas Pajak hingga Infrastruktur

“Pertumbuhan infrastruktur yang signifikan di beberapa negara anggota ASEAN diyakini dapat meningkatkan investasi, konsumsi, dan pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam siaran pers terkait pertemuan tahunan Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan ASEAN kemarin.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan ASEAN juga bertekad meningkatkan kerja sama yang lebih erat dalam berbagi informasi terkait risiko dunia maya (cyber risk).

Selain itu, pada pertemuan tersebut juga disepakati dua poin komitmen utama, yakni mendorong terus berlangsungnya sistem pembayaran yang andal, aman, dan efisien sehingga kawasan ASEAN dapat berperan sebagai blok ekonomi yang lebih kompetitif.

Komitmen kedua, mendukung inisiatif pengembangan sistem pembayaran lintas batas antar negara anggota ASEAN, yang diharapkan dapat mendorong perdagangan dan pariwisata intra-ASEAN. Pada pernyataan bersama para menteri keuangan dan gubernur bank sentral se-ASEAN juga disepakati pentingnya mempercepat pengembangan dan pembiayaan infrastruktur melalui mobilisasi peran swasta.

Baca Juga: Sri Mulyani Kembali Jadi Menteri Keuangan Terbaik se-Asia Pasifik

“Bank Indonesia mendukung inisiatif yang dibahas pada kedua pertemuan ASEAN tersebut, yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan, khususnya dalam memanfaatkan perkembangan ekonomi digital,” kata Perry.

Sesuai visi ASEAN, inisiatif tersebut juga harus bertujuan mencapai stabilitas sistem keuangan dan inklusivitas di kawasan. Dalam pertemuan yang mengangkat tema “Advancing Partnership for Sustainability” tersebut Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan ASEAN menggarisbawahi tiga pilar utama untuk mencapai pertumbuhan yang inklusif dan berkesinambungan, yaitu konektivitas, sustainabilitas, dan resiliensi perekonomian dan sistem keuangan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada kesempatan tersebut melakukan pertemuan bersama menteri keuangan dan gubernur bank sentral tingkat ASEAN untuk membahas perkembangan terkini ekonomi global.

Sri Mulyani mengatakan ASEAN adalah kawasan yang memiliki kinerja ekonomi yang sangat baik. Potensi kemajuan ekonomi di kawasan ini pun masih sangat besar.

“Semua negara anggota ASEAN terus berbenah dari kebijakan ekonomi makro yang hatihati, membangun infrastruktur untuk meningkatkan efisiensi dan konektivitas, meningkatkan kualitas dan kemampuan sumber daya manusia, membangun sektor keuangan yang dalam dan stabil,” ujarnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini